Updates from April, 2008 Hide threads | Tombol Pintas

  • Telah kusampul buku itu! 

    grayrose 9:58 am on April 7, 2008 Permalink | Balas

    Sabtu, 5 April 2008

    Aku telah menyampul buku itu dengan sejuta perhatian. Karena aku sedang menyampul buku untuk pertama kalinya. Aku telah menyampul buku untuk seseorang yang juga pertama kali.

    Dan aku menyampulnya lebih rapi daripada biasanya. Karena buku itu akan kuhadiahkan pada seseorang yang pertama kalinya.

    Aku begitu menikmati menit ke menit dan detik ke detik ketika kujelajahi sudut-sudut bukunya.

    Dan ketika buku itu selesai, aku memandang tulisan didepan halaman pertama yang ditulis oleh pengarang buku itu dan aku menghayati tulisannya.

    pengarangnya menuliskan SPECIAL FOR”….” nama dari orang yang kutuju.

    Aku begitu menghayatinya lama sekali.

    dan berdoa dalam hati. Semoga buku itu berguna untuknya…

     
  • Air hujan dibawah lampu jalan dimalam hari. 

    grayrose 9:14 am on April 7, 2008 Permalink | Balas

    sayang,
    aku pernah mengibaratkan indahnya air hujan dibawah cahaya lampu jalan dimalam hari sebagai wujud kebahagiaanku kala bersamamu. Bahkan ketika aku tak melihatmu, dan mulai merindukanmu. Aku bisa melihat indahnya pelangi cinta dibawahnya lewat mata hatiku.

    Pelangi itulah sayang, perwujudan rasa sayangku untuk mengibaratkan warna bahagiaku ketika kau menjadikanku milikmu. Tapi, Lampu yang kuceritakan itu seolah redup, air hujannyapun seolah tak lagi membiaskan pelangi.
    dan dia jatuh tak tersentuh, cahaya lampu itu tak lagi melihatkan padaku indahnya titik hujan dibawahnya.

    air hujan itu terlepas dari jangkauan sorot lampu.

    Sayang, ketika aku berdiri dibawah lampu itu, ternyata ia berkata “Tak ada Yang abadi” Dan dia memberiku pelajaran hari ini, bahwa aku harus belajar untuk tidak memaksakan keindahan dan kebahagiaanyang belum tentu untukku. Dan bahwa bahkan sang lampu dapat membiarkan air hujan memilih lampu lain yang lebih mempermudah warnanya.

    Sang lampu telah belajar merelakan air hujan mendapatkan kebahgiaan barunya. Sang lampu mengingatkanku suatu hal.

    Bahwa mungkin kebahagiaanku adalah engkau, namun belum tentu sebaliknya.

    Sayang, aku telah mengetahui cara lain menyayangimu. yaitu dengan membiarkanmu bahagia bukan dengan diriku, karena sesungguhnya aku terlalu menyayangimu dan aku takut takkan bisa melepasmu. Maka sekarang aku akan belajar untuk bisa melepasmu.

     
c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
balas
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
esc
batal