airmata itu telah turun menyayat nadi hati
menghempaskan nyawa cinta yang telah haus, tertusuk duri
tancapannya bagai mengakar setelah denyutannya berhenti
dan luka yang ditimbulkannya seakan tak akan pernah tak membekas.
seakan bernyawa kembali, luka-luka itu menganga
kenangan akan kebahagiaan itu takkan pernah berakhir
tapi airmata itu terus saja jatuh dan setiap tetesnya
adalah setiap goresan baru yang terasa tersayat dalam.
hujanpun mengerti dan turut melampiaskan
sejuta tetesan yang lama ditahannya.
dan airmata itu menanti seandainya hujan adalah cinta
maka keindahan rindulah pelangi itu…
tapi terkadang cinta yang terpatri indah itupun kejam
dan membunuh.
dan luka itu akan selamanya menjadi luka yang membekas…