Tepat jam 11.00 pagi. Aku meneleponmu…mungkin jika alasannya tidak penting aku takkan menelpon.
Tapi kurasa mungkin memang jalannya harus demikian. Aku memang harus menelpon tepat pada saatnya harus menelpon.
Seorang perempuan mengangkat telepon diseberang. Aku terdiam. Dia menanyakan namaku. Aku menjawab namaku ina. Dia menyerahkan telpon sambil membangunkanmu dan menyebutmu dengan kata YANK…aku tak terkejut. Aku tau dia pasanganmu.
Aku lebih terkejut mendengar suaramu yang parau dan baru bangun tidur…sedang apa kalian dalam satu kamar!!!sejak semalam???
Aku mendengar suaramu, kau hanya menyahut dengan pelanga pelongo sekan-akan tak mengenal suaraku.
Aku akhirnya merasa puas sekaligus kecewa denganmu. Kau yang menelpon kemaren dan bilang ”aku belum menyentuhnya sama sekali dek..” aku senang mendengarnya. Kau katai ia “SINGA BETINA” aku langsung memarahimu dan mengatakan apa pantas seorang yang mencintaimu kau katakan dia SINGA!.
Dan aku mengajakmu berunding. Kukatakan dan kupaksakan kau untuk menikahi dia. Kujelaskan betapa ia sangat mencintaimu. Dan biarkan aku dengan kehidupanku. jangan lagi mengejarku.
Kau bilang, kau masih ingin bersamaku dan memintaku meninggalkan pasanganku. Aku bilang TIDAK dan masih membujukmu untuk menikahi perempuan itu.
Perempuan yang selalu memaksakan ingin kau nikahi. Sementara aku kau beri cincin tunangan sebelum kau bersamanya.
Aku bertanya padamu. Apa kau benar-benar belum menyentuhnya. Kau jawab “ya, dia masih perawan. Aku menjaganya tanpa pernah menyentuhnya.”
Kau memang pernah melakukan hubungan intim, tapi dengan mantanmu yang sebelumnya. Aku percaya. Karena kau tidak pernah memperlakukanku buruk. Kau menjagaku bahkan tak pernah meminta yang lebih padaku.
Dan hari ini pupus sudah kata-katamu kemaren…kau BANGSAT TENGIK yang berani mengucapkan CINTA padaku. Dan kau menyakiti semua perempuan disekitarmu untuk kepuasanmu. Aku menyesal pernah menjadi calon istrimu! Bawa CINTA TAI KUCING yang pernah kau ucap itu! Nikahi dia! Dan kau perlu tahu aku tak pernah mencintaimu!
Aku hanya ingin semua baik-baik saja. Hubungan aku, dia, kau, dia. Aku ingin kita baik-baik saja. Ternyata kau hancurkan semua. Kupikir aku dapat menawarkan sebagai sahabatmu yang dapat berbagi. Tapi kau telah mengkhianatinya. Karena sahabat tak pernah berbohong dan berkhianat. Kau tak lebih dari SEORANG PECUNDANG HEBAT!
hmm.. as i guess…
parah juga yah tuh orang,
sebenernya sih kalo lo mau berpikir positif bisa aja sih
cewek itu blum di apa2 in.
kan lo nelpon nya jam 11
bisa jadi cewek itu datang untuk main.
tapi cowoknya capek jadi sambil denger cerita sambil tidur.
tapi kalo yang terjadi itu seperti ada nya..
hah… langsung aja buang jauh2 tuh orang gila.
gw tau lo gak suka sama dia.
cuma mungkin lo sebel karna dia gk komitmen.
yah begitulah cowoko gak bener.
susah cari yang bener va.
yah smoga lo dapet yang terbaik dari Tuhan.
dan slalu di lindungin mana tau lo ketemu sama cowok2
bajingan kaya gitu lagi..
ayo va semangat!!!!
yang terpenting skarang lo kudu dapet kerjaan yang baik
supaya lo bisa bantu bonyok lo skolahin adek2 lo.
^^;
gw berdoa kita bisa di terima di honda itu.. loh ? hahaha
iyah nel, gue setuju, tadinya mau berfikir positif…tapi tuh cowok janji mau nelpon dimalam sebelumnya, tapi gak telpon.
dan da pernah bilang gak akan telpon kalo disebelahnya ada ceweknya. okey. dan see?? gue jadi negatif thinking
berarti dari semaleman mereka dah bareng
dan untung lu mengerti bahwa sebenarnya gue bukannya suka atau ngarepin dia sama2 gue…justru karena komitmen yang dia pegang dan janjiin udah dia langgar…
and you know what?tuh cowok dah nggak berani nelpon gue sejak kejadian itu…apa gue nggak makin curiga???
sepertinya dia takut bicara or pastinya ketemu sama gue…
tapi, yowess thats his bussiness… jadi gue nggak boleh ikut campur
toh semua orang juga pasti pernah bikin slah dan khilaf yakan..?
yah semoga memang jalan terbaik buat kita semua dan dijauhan dari orang2 jahat serta orang2 yang menusuk dari belakang..
dan untuk saat ini aku ambil hikmahnya ajahhh…namanya juga pengalaman hidup
yakan?
bener banged!
analisa lo tepat kog.
kalo dia emang gak salah
harusnya dia biasa ajah.
yg gw sebel nya itu
lo itu udah mau mnerima kesalahan dia yg lalu
tapi dy tetep gak bisa yah.. gitu dah.
so better to forget it ^^;
ehem…yup sepertinya begitu…lebih baik dia konsent deh tuh ma ceweknya…cos gue juga jadi gak enak, mungkiin tadinya niat gue baik2in hubungan..eh malah jatuhnya mungkin kayak ngasih harepan…semoga baik2 ajah deh ahhh ribet..ma dia hehehe
hihi..