spirito !!!!,

qualunque cosa tu faccia …. avete per tenerli in piedi e

Getir November 15, 2009

Diarsipkan di bawah: CURHATAN — grayrose @ 5:45 am

Getir, ketika meneriman teleponmu tadi pagi. Aku mengadu…berterus terang tentang keadaanku.

 

Aku sakit kataku. Badanku panas. Aku hanya tahu satu hal berharap mendengar suaramu dan aku tahu kau ada disini.

 

Tapi begitu kau mendengar semalam aku kehujanan, basah kuyup dan berada dijalan hanya untuk membeli 5 CD dan dua bungkus martabak pesanan ibuku. Kau menaikkan suaramu sekitar 2 oktaf. Aku terperanjat. Kau marah kau kesal dan memarahiku.

 

Mengatakan aku demikian bodoh melakukan itu semua.

Kujelaskan bahwa diawal aku berangkat langit begitu cerah, namun ketika dipertengahan jalan, hujan langsng mengepung dan turun tanpa perasaan.

 

Aku juga jelaskan bahwa tadi malam adalah ulang tahun ibuku. Dan hanya itu yang bias kulakukan. Yaitu memenuhi permintaan ibuku.

 

Kau marah. Dan mengatakan “Apa nggak ada orang lain yang harus disuruh! Badanmu belum pulih betul.” Katamu mengingatkan bahwa sebelumnya aku memang sudah drop.

 

Pagi ini, ketika kau menelepon, kau tahu aku sedang mencuci pakaian seluruh keluargaku. Kau makin berang. Kau katakana apa nggak ada yang tau kalo kamu sakit? Aku bilang bahwa mereka nggak tau, lalu kau berteriak “Nggak tau?atau memang nggak mau tau!” aku diam. Dan berusaha menjelaskan “Siapa yang akan melakukan pekerjaan ini?” kau marah da terus tak terima.

 

Taukah kau? Aku sudah tak dapat bertahan dalam kondisi ini sejak lama?dan aku masih bertahan?

 

Pagi ini aku menyiapkan sajian untuk seorang tamu, aku taruh beberapa martabak disana, dan membuatkannya the panas. Adik laki-lakiku bangun tidur sekitar jam 9 pagi. Dan tiba-tiba mengambil martabak dari piring sajianku. Aku memintanya untuk tidak mengambil. Dia membentakku dan mencari sisa martabak, dia menemukannya dikulkas dan menjatuhkan sisanya kelantai tanpa membenarkannya kembali. Aku menangis setelah mengantarkan sajian. Dan merapihkan kotak martabak sisa yang sengaja ia jatuhkan disekitar kulkas tanpa memperbaikinya setelah memakannya. Tahukah kau betapa aku miris dan merasa begitu rendah?

 

Siang ini hujan, kain yang kucuci sudah kujemur. Aku sedang belajar seperti yang kau minta. Kau selalu mengingatkan untukku mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Tapi  adik perempuanku sibuk membaca komik didalam kamar. Aku berlari keluar tanpa penutup kepala mengangkat seluruh pakaian dan meletakkannya ditemat yang tidak terkena hujan.

 

Apa kau tau perasaanku?

 

Aku sakit…aku terluka, sangat…terluka. Tapi apa kau pernah tahu?bahwa aku menikmatinya, aku menikmati setiap kesakitanku, setiap kesabaranku. Karena aku tau aku kuat.

 

Dan tahukah kau?

 

Kini apa yang kurasakan?aku dapat berdiri sendiri, dikakiku sendiri dan aku masih bisa tersenyum disaat aku terluka dan dicampakkan.

 

Dan tahukah kau?

 

Apa yang kuyakini sekarang? Aku yakin suatu saat aku akan lebih bahagia dibandingkan sebelumnya. Karena aku memperoleh kesabaran itu. Kekuatan itu.

 

Aku hanya ingin mendengar suaramu. Cukup.

12 November 2009

 

Leave a Reply