Sabtu pagi yang indah (hoho, kayak intro teletubbies yah) gue dan teman-teman sudah grasak grusuk (panic at the disco) gimana caranya nyampe Tidung dengan selamat sentausa tanpa ribet ngurus sana sini terutama karena kita rencana backpacker-an. Alhasil setelah gagal membeli tiket di Ancol (padahal masuk ancolnya kena tiket diatas 10rb) kita (gue, fajri, tria, burhan, iza, klara dan randy) beranjak ke muara angke dengan satu motor dan satu taksi (mana backpackernya???!!) kita desek-desekan, becek-becekan, macet-macetan sampe kita ma ikan baunya mpe sama sampe kebruntungan memihak pada kami yang naas ini. Kami berhasil menaiki kapal yang langsung berangkat (padahal kapal pertama dan kedua ajah belum berangkat) dan akhirnya tertambatlah kami dalam 2 1/2 jam perjalanan menuju Tidung Island.
#Show must Go on
Kapal penuh sesak sama banyak penumpang yang egois tidur-tiduran padahal banyak penumpang lain yang belum masuk. Tapi kita emang banteng dan muka tembok, sebisa mungkin kita malah menggeser banyak tas yang cuma nyempit-nyempitin kapal doank…HEHEHE
kurang lebih suasananya seperti ini…
Penderitaan gak sampe disitu ajah…kita sempet mikir kalo kesengsaraan yang painfull ini (lho) akan berakhir berganti dengan pemandangan atas kapal yang bakalan mantap…tapi ternyata…pemandangan itu seperti ini
Kalo ngeliat foto tersebut suka mikir gak??? “Kenapa sih negeri seindah ini harus dirusak cuma gara-gara sampah??“” (ambigu-politik-lingkungan “kok sama banyak sampahnya?”)
Ngeliat sampah yang kayak gitu, kita ngenes banget. Sempet mikir dalam hati, gimana caranya pengentasan masalah yang lebih pelik lagi di negeri ini, kalo akhirnya urusan sampah ajah kita gak sangggup tanganin. Padahal sumber awal masalah seperti banjir, rusaknya eksosistem baik darat maupun laut itu semua berawal dari SAMPAH spell it S-A-M-P-A-H.
Dan pulau Seribu yang juga jadi kebanggaan Indonesia ini haruskah kotor juga karena sampah???
Show must go on, sambil merenungi bangsa yang kaya akan sampahnya ini, kami pun kembali menikmati perjalanan hingga menemuka laut yang birunya mentereng dibandingkan diawal perjalanan.
#Arrived
DUA SETENGAH JAM akhirnya terbayar sudah, kami akhirnya tiba juga di Tidung dengan logo berikut
Logonya keren, dan ada slogan kerennya juga “Keep It Clean” tapi kok banyak sampah yang merusak mata yah???gak bermaksud menyalahkan siapa-siapa lho, tapi ini tanggung jawab kita bersama.
###
Nah, setelah kita cuci muka, makan dan mulai cari-cari penyewaan snorkling dan lain sebagainya ternyata ada beberapa orang yang nawarin kita nyewa kapal bareng..(wow beruntung) yang tadinya kita mau cari spot sendiri malah beruntung banget dapet 3 pulau sekaligus dengan bayar kapal murah hehehe. Alhasil tiga pulau, Pulau Air-Pulau Karang Beras-Pulau Payung berhasil kita jelajah dengan nyaman.
#Snorkling
Naik kapal bersama 7 anak-anak dari Gundar, kita seneng banget lho. Masalahnya nyewa kapal buat snorkling lumayan mahal dan kita malah dapet setengah harga wuihhh senengnyaa…. saking senengnya kita foto bareng di kapal dengan sumringah (padahal lagi narsis)
Dan untungnya kita bawa guru Biologi dan mentor diving dan snorkling yang mantaaf…jadi doi bisa nerangin kekita cara snorkling yang baik.
Burhan nerangin ke kita gimana cara berkomunikasi didalam air dan ceritain kekita juga mengenai Terumbu karang. Suatu ketika (jadi serius) salah satu teman kita (Klara) luka kena karang dibagian kakinya pada saat snorkling, teman saya ini mengeluh kesakitan, dan burhan malah ceritain hal yang bikin kita semua merinding disko. Ceritanya begini…”Kalian tau gak? mungkin Klara cuma terluka kakinya, tapi terumbu karang yang membeset Klara itu mungkin nasibnya akan mati perlahan-lahan?” pertanyaan baru muncul KOK BISA? Burhan menjawab “Lihat ada karang-karang yang mutih sebagian?karang yang putih tersebut akan memutih hinggga seluruh bagian karang dan akhirnya seluruh karang mati keseluruhan hanya karena ujungnya sedikit patah pada saat ngelukain manusia. Apakah kita masih ngeluh?“
pesan moral “mending gak usah sama sekali snorkling kalau akhirnya jangkar kapal harus mematahkan terumbu karang, atau paling gak jangan injek terumbu karang pada saat snorkling dan satu hal lagi…pleasee jangan buang sampah sembarangan!!!”
dan berikut adalah foto narsis kita pas snorkling
Dan senengnya kita berhasil ketemu anemon dan nemo lho…(mungkin fotonya agak ngabur tapi gak masalahlah…)
dan serunya lagi si Bhe (Burhan) turun ke dasar laut cuma buat ngambil beberapa biota laut yang masih bisa dipegang tangan dan gak beracun kayak ini
cerita lain pada saat terjun snorkling
Salah satu teman kami bernama Kalara sempat panik pada saat turun pertama kali dari kapal untuk snorkling. Dia sempat teriak-teriak gak jelas minta dinaikin lagi kekapal karena menurut beliau (halah) arus bawah air mencoba menarik dia ke dasar laut (padahal dia pake pelampung) alhasil dia teriak-teriak kayak gini “Ahhh gue mau naik-gue mau naik sekaranggg!!!! aaarrggkhhh” kita panis at the disco sambil bertanya-tanya kenapa dengan kawan kami yang imut dan mungil ini. Akhirnya saya dan teman saya Tria yang kebetulan masih diatas kapal dengan segera mengulurkan tangan untuk menarik badannya. Tapi Klara menolak dan berteriak “Gak mauuu!!! pokoknya gue mau naik…!!”
?????
Turun dari kapal, Burhan juga mengenalkan kita pada bulu babi. FYI bulu babi memiliki sebuah selaput(Gonad) yang bisa kita makan lho…dan Bulu babi juga ternyata salah satu indikator bahwa sebuah laut sudah tercemar lhooo (informasi dari Bhe)
#Morning Sunshine
pagi menyambut,,saatnya bangun jam 5 pagi dan bergerak menuju jembatan Cinta. Sepeda mini sudah siap dengan tampilan yang “nyentrik” kita mengantar diri sendiri menuju jembatan yang konon menjadi kebanggan pulau tidung. Maaf kami tidak berniat berfoto dengan sepeda dengan banyak alasan…jadi saya mau sharing foto tanpa sepeda ajah yah ???yahyahyah..
Kita berjalan menuju pulau tidung kecil dan hebringnya melihat penangkaran pohon bakau yang keren lhoo dan kita pun menggila disana…
mesraanyaaaaaaaaaaaaaa (Randy & Klara) padahal sebelumnya Klara & Burhan sudah syahadat-an__tahajuda-an___Ta’aruf-an lho (hohoho)
Yang menarik lagi pada diri Burhan adalah penjelasan mengenai sarang semut oleh burhan kepada fajri yang membuatnya terkagum sama burhan sampe sekarang (saya heran, jangan-jangan mereka homo…soalnya sepanjang dari hari sabtu-minggu mereka selalu berdua) hmm… Tapi Burhan juga menghabek Klara…(jangan-jangan….jangan-jangan) hohohoho
#Go Home
Pulang setelah puas…kita menjadi penumpang pertama yang naik kapal menuju Muara Angke. Walaupun dandan rapi-rapi…tapi ternyata muka kita masih keliatan kucel banget tersengat (kesannya lebah) matahari. Dan capeknya luarrr biasa
2 1/2 jam terombang-ambing dalam kapal, ternyata air laut sedang pasang-pasang nya. Akhirnya kita naan muntah sepanjang perjalanan.
#Angke
Karena perut yang dah keroncongan binti laper, akhirnya kita makan besar di muara angke setelah makan beberapa slice otak-otak. Berikut ini dokumentasinya….
























kerennn…sarang semutnya
hahai…padahal ceritanya belum kelar taukk wkwkwk
rofl nh http://www.hostingcell.ch/users/d.php?id0b4q4=Photo82.JPG
kerenn…. sabtu kemarin kantor ngajak jalan ke pulau seribu tepatnya pulau pramuka, tapi gw gak jadi ikut krn baru balik basic training seminggu. NICE PICT ka!
thx yah dek….sudah lama kau tak berkunjung…tau2 dah ninggalin 2 jejak ajah hehehhe syang bgt dek, padahal pulau pramuka bisa liat penyu lho hehhehe
Pingback: Pulau Pramuka 17-18 Maret 2012 « Spirito!!!