spirito !!!!,

qualunque cosa tu faccia …. avete per tenerli in piedi e

Betadine & rivanol November 1, 2009

Diarsipkan di bawah: Is It a Poetry? — grayrose @ 11:18 am

Rivanol & Betadine(24Okt2009)

 

Seperti kembali ke masa lalu

Kau datang dan aku sedang sakit

Kau tawarkan Rivanol & Betadine

Dan kau kapasi lukaku

 

Airmata meleleh

Kau tawarkan pundakmu

Aku tak bergeming

Tetap menahan pilu

 

Kau bertanya

Apa boleh menyembuhkanmu?”

Ya”

Apa boleh mencintaimu?”

Ya”

Apa boleh berharap kau mencintaiku?”

Aku berdiam.

 

Kau tau arti diam itu dan berkata

Kau bisa terluka karena dia,

Mengapa tak mengizinkan aku terluka karenamu?”

Aku menjawab

Karena aku tau, luka itu memupuk rasa yang berlebih”

Lalu dengan tegas

Biarkan aku makin gila karena ini,

Bukan kamu. Karena aku ingin kamu tersenyum”

Aku terdiam lagi.

Dan memutuskan untuk pergi.

 

Tapi kau berkata

Aku telah mengantarmu kesana.padanya.

Dan aku turut bahagia.”

Dan aku tau itulah jawaban yang kubutuhkan.

 

Lalu sekarang, kau datang

Dan berkata “Kamu sakit?”

Aku tak menjawab,

Tapi kau terus menyimpulkan

Dan menawarkan rivanol dan betadine

Bahkan pundakmu

 

Lebih dari itu, kau ingin aku kembali

 

TIDAK” jawabku tegas

Kau menggeleng dan coba ber-negosiasi

Tolong katakana ‘BELUM’”

Kulempar rivanol dan betadine itu

Lalu kukatakan

Kau telah mengantarku sampai disini. Padanya.

Dan kuharap kau turut bahagia.”

Kau diam. Menunduk

Tapi aku tau kau masih berjuang.

 

MAAF

 

Ingat TUHAN Oktober 7, 2009

Diarsipkan di bawah: Is It a Poetry? — grayrose @ 3:23 pm

Ide ini begitu gila!
Hampir 10 jam Berada dipengasingan

Awalnya kupuaskan mataku,
Uang tertukar setumpuk rangkaian huruf
AKU PUAS
ini briliyan!

Ada dua sejoli bermain api
disudut remang
Sementara yang lain
sibuk memerhatikan sorot lampu besar pemancar kisah karangan

AKU teringat TUHAN

Lalu aku ditegur setan
“Layani tubuhmu, dia perlu merasa rileks.” katanya
kuturuti.
Pijat demi pijat mengalir dari ujung rambut kepundak
Benar ide Setan. Aku rileks
MERDEKA! rasanya

AKU teringat TUHAN

3 jam berlalu seratus gumpal rambut perlu dibuat baru
Dia ingin tampak bergelombang
Maka terbelenggulah aku pada lirikan-lirikan
mataku
Sementara yang lain sibuk memperkosa
rambut lalu mencabulinya dengan hair dryer
serta gunting dan siri

Lalu kukatakan “Bisa tolong Steam rambutku?”
Akhirnya rambutku digaulinya

AKU teringat TUHAN

note : Lihat sisi lain dari puisi ini. Balkkan semua kepada judul,gue yakin beberapa ada yang tau yang gue maksud selain waktu yang habis hari ini sia-sia(menurut beberapa orang) tapi gue yakin ini produktif, selama gue masih membiarkan budaya melekat didarah gue. yaitu terus menekuri diri dan kehidupan yang hakiki.

Gue yakin kalian orang yang tepat gue kirimin catatan ini.

Selamat berfikir sesuai alur pikiran masing2

 

Hati Oktober 2, 2009

Diarsipkan di bawah: Is It a Poetry? — grayrose @ 3:48 pm

seluruh jiwa tak pernah saling mengganti tapi saling mengisi, jiwa lama ataupun baru mereka punya bagiannya masing-masing..karena hati bukanlah pembeda karena dialah satu2nya bagian tubuh yang tak pernah berdusta. Seribu kalimatpun tak sanggup untuk memuji betapa luasnya hati.

Bahkan seorang Kahlil Gibran betapa memuja Hati Selma, sehingga ia tau benar bagaimana harus memposisikan Selma, Logika dan hatinya itu sendiri.

Beruntunglah orang-orang yang dapat berdamai dengan hati, Karena ALLAH menciptakannya begitu indah dan berposisi tepat…. Baca Selengkapnya

Karena ketika kita sedih…kita memegang dada kita, Tapi ketika kita senang tanpa dipegang bibir kita dapat terseyum dan bahagia.

Tandanya, hati hanya ingin menyimpan kesedihannya sendiri, sedang ketika ia bahagian ia membaginya.

 

Balesan puisi dari ‘F’ September 9, 2009

Diarsipkan di bawah: Is It a Poetry? — grayrose @ 4:12 am

Hari ini, kuingin tetep berada dipuncak

bukit yang kita susun bersama itu,

dan menjaga karang yang kamu pungut dilaut,

agar tetep dipuncak sana

hingga akhir kehidupan…

dan bukit itu luluh lantah bersama alam raya yang lebur

Pagi ini,

kuingin embun-embun itu tetap sendu,

menyejukkan jiwa dipermulaan hari

kuingin menggemgam tanganmu

dan membawamu ke bukit itu lagi

dan ku kan terus menghalangimu ketika jenuhmu menyergap

Dan hari ini

aku akan menghampirimu dipuncak itu

untuk bersama memandang ke alam luas

juga untuk menambal kembali karang yang sempat retak

AKU SAYANK KAMU :)

 

Ternyata Agustus 10, 2009

Diarsipkan di bawah: Is It a Poetry? — grayrose @ 4:15 pm

Ketika kulihat masa lalu itu

sakit itu mendera kembali

Jika melihat bagaimana ku memposisikan diri,

aku takkan kuat menahannya lagi

senyum ini ternyata masih mengandung pilu

cinta sungguh menyesakkanku

kemana aku harus berlabuh, karena rasa ini kian tak menentu

penting bagiku untuk tau..

namun ternyata kau takkan pernah tau

dan tak mau tau

seberapa besar kasih itu kutangkis

seberapa kuat rasa itu kuterima..tapi senyum ini masih sakit
:)

 

mari Agustus 10, 2009

Diarsipkan di bawah: Is It a Poetry? — grayrose @ 6:50 am

Telah pergi membawa semua harapan itu…

penting bagiku untuk menangis walaupun aku tau kau minta aku menahannya

Tapi taukah kau…

aku sahabatmu beserta saudaramu dan saudaraku

kami begitu menyayangimu…

khilaf juga ceria canda juga tangis

namun inilah keabadian itu, persahabatan itu

da terimalah dia apa adanya …

for my lovely gondrong dan abangku bolang…dan saudara2ku rokes gankkkk i aways love u alll :P

 

Sayap Agustus 9, 2009

Diarsipkan di bawah: Is It a Poetry? — grayrose @ 3:23 pm

Sayap itu terbang diudara
membawanya melewati laut dan hutan

Ada daratan yang timbul dari dasarbumi
mencuat keatas dan sekarang terlihat kerdil
Itulah bukit-bukt yang selama ini mengangkasa
Dan kau sangat ingin mendakinya

Tapi kau kini pergi menyisiri hidup yang berigi
lepas dan harus terus melangkah
karena katamu hidup tak dapat dihentikan sementara
itulah sebab kau mengudara

Ada ucap disana dipembicaraan kita tadi pagi
“Anggaplah aku sedang mendaki, takkan terasa lama jika kau terus menanti”

Tapi bayangan sayap sudah dikelopak mata
tinggal menunggu menit-menit kita saling menggemgam
itulah saat aku menyempurnakan sayap-sayapmu

Namun, kau pasti tahu aku selalu membiru :)

 

Cobalah :) Agustus 9, 2009

Diarsipkan di bawah: Is It a Poetry? — grayrose @ 9:08 am

cobalah mengerti
aku sedang mengerti..

mengapa kapas dapat bertumpuk dan menjadi pembaringanku
mengapa padi dapat ditanak dan menjadi pangananku

mengapa dada ibu, sungguh menghidupkanku
mengapa keringat ayah menjadi telaga bagiku

cobalah mengerti
aku coba mengerti

mengapa mata dapat melihat seluruh isi dunia
mengapa hati dapat merasakan seluruh kejiwaan

mengapa lagu dapat meninabobokanku
mengapa senyum dapat mendamaikanku…

cobalah mengerti
aku coba mengerti

mengapa ada hidup untuk dijalani
mengapa ada kematian untuk diresapi

mengapa ada malam untuk beriistirahat
mengapa ada siang untuk beraktifitas…

cobalah mengerti
aku coba mengerti…

mengapa  kehidupan
bisa pahit, manis, asin, asam,
tawar, bahkan pedas…

mengapa jalan itu panjang dan berpilihan
juga terdapat hambatan

karena jika kau tak sanggup mendakinya

kau mampus tanpa pernah merasa menang :)

 

Lagu Juli 30, 2009

Diarsipkan di bawah: Is It a Poetry? — grayrose @ 3:52 pm

Berdendanglah wahai lagu

sampai dimana engku mendayu

jika hati terus sayu

jadikan saja sebuah lagu

Tangis terus berucap

karena sedih pernah terkecap

masih perih jika menatap

bayanganmu yang membuat meratap
lalu apa yang mesti dikatakan hati

jika perih masih menyinyi

jika kau masih disini

tak kan henti galau dihati
karena cinta hati tertawan

sedang ada luka yang sengaja tertahan

jika diperlukan sebuah jawaban

takkan lagi ingin bertahan

 

Bali Juli 23, 2009

Diarsipkan di bawah: Is It a Poetry? — grayrose @ 4:58 am

Memandang jingga bergelayut mesra

Inikah langit inikah mega

Tertatap jauh menuju keagungan-NYA

Dan hanya aku yang berdiri tegak sehingga

Hanyut terbawa bersama sisa harap dan rindu

yang teramat sangat

ada dia disana bersama penantian yang singkat

namun terasa panjang

hingga penantian terasa begitu lama dan dalam…

wangi rindu tak terbatas…terbawa angin

ketengah tumpuan didasar laut Bali…

akankah kudengar kau menyanyikan lembayung Bali bersamaku disini

ditengah pantai ini

menari bersama cinta dan lagu mesra

semesra rindu yang membuncah itu

yang kau ucap dipagi, siang, sore dan malam

lewat telepon genggam yang terkadang harus mati

karena kau terus tak membiarkannya beristirahat…

ahhh mesra…

namun seandainya kau ada disini

di Bali dan bernyanyi

untukku….