Pelajaran Sang Pemimpi!


1. Jangan punya obsesif kompulsif dan pesimistis yang berlebihan dalam ngejalanin hidup.

2. Jangan pernah menyatakan cinta lewat pantun, seperti Arai yang mencintai Nurmala, apalagi dengan bunyi pantun yang :

Jangan samakan lada dan pala

Berbeda rupa, tak padam rasa

Rela Kanda menginjak bara

Demi cinta Dinda Nurmala

gue jamin lu nggak akan diterima ma cewek kal0 ikutin cara Arai yang satu ini(yaiyalah, masa cewek disamain sama lada…)

3. Jadikan sebuah mimpi semangat untuk kita tetap berjuang untuk meraihnya, walaupun mimpi itu belum tentu kita peroleh tapi… tetaplah bersemangat. Arai, Ikal dan Jimbron contoh orang2 yang mengejar mimpi besarnya sampai Sorbonne dari sebuah daerah terpencil di Belitong.

4. Sekecil apapun kebaikan kita, tapi jika dilakukan dengan ikhlas akan berarti untuk seorang yang beruntung mendapatkannya. Dan orang yang melakukan kebaikan tersebut biasanya menuai kebahagiaan yang luar biasa, apalagi yang mendapatkan kebaikan kita tidak menyadari. Contohnya Arai yang diam2 suka menjahitkan kancing baju Ikal yang terlepas, memaku sepatu ikal yang mula menganga. pernah denger nggak “Malulah ketika kita menerima kebaikan se2orang..” yang bikin gue terharu, Arai dengan mengorbankan dirinya bekerja pontang panting hanya untuk membuat Jimbron bisa mengendarai kuda putih bernama Pangeran Mustika Raja Brana.

5. Kalo punya kemauan pasti ada jalan, kayak Arai yang sumpah tahan banting banget untuk ngebuat Nurmala jatuh ketangannya. Jimbron yang setengah mampus berusaha membuat laksmi tersenyum.

6. Jangan membuat harapan yang dah digantungkan dipundak lo sama orang tua lo hancur berkeping2 cuma karena secarik kain berwarna merah yang nggak mendidik digedung bioskop, dan rasa pesimistis yang tiba2 hinggap mematahkan semangat.

pelajaran dari sini, Pesimistis mematahkan semangat dan mematikan perjuangan yang dah diukir jauh2 hari.

7. Ada 44 penyakit gila dimuka bumi ini. sakit gila nomor 14 = obsesi pada kuda(penyakitnya jimbron). Nomor 21 = keranjingan pidato. Dan lainnya.

* Tulisan ini hanyalah sebuah pandangan subjektif penulis terhadap serpihan-serpihan nilai cinta yang diejawantahkan Andrea Hirata dalam bukunya “Sang Pemimpi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s