Air hujan dibawah lampu jalan dimalam hari.


sayang,
aku pernah mengibaratkan indahnya air hujan dibawah cahaya lampu jalan dimalam hari sebagai wujud kebahagiaanku kala bersamamu. Bahkan ketika aku tak melihatmu, dan mulai merindukanmu. Aku bisa melihat indahnya pelangi cinta dibawahnya lewat mata hatiku.

Pelangi itulah sayang, perwujudan rasa sayangku untuk mengibaratkan warna bahagiaku ketika kau menjadikanku milikmu. Tapi, Lampu yang kuceritakan itu seolah redup, air hujannyapun seolah tak lagi membiaskan pelangi.
dan dia jatuh tak tersentuh, cahaya lampu itu tak lagi melihatkan padaku indahnya titik hujan dibawahnya.

air hujan itu terlepas dari jangkauan sorot lampu.

Sayang, ketika aku berdiri dibawah lampu itu, ternyata ia berkata “Tak ada Yang abadi” Dan dia memberiku pelajaran hari ini, bahwa aku harus belajar untuk tidak memaksakan keindahan dan kebahagiaanyang belum tentu untukku. Dan bahwa bahkan sang lampu dapat membiarkan air hujan memilih lampu lain yang lebih mempermudah warnanya.

Sang lampu telah belajar merelakan air hujan mendapatkan kebahgiaan barunya. Sang lampu mengingatkanku suatu hal.

Bahwa mungkin kebahagiaanku adalah engkau, namun belum tentu sebaliknya.

Sayang, aku telah mengetahui cara lain menyayangimu. yaitu dengan membiarkanmu bahagia bukan dengan diriku, karena sesungguhnya aku terlalu menyayangimu dan aku takut takkan bisa melepasmu. Maka sekarang aku akan belajar untuk bisa melepasmu.

2 thoughts on “Air hujan dibawah lampu jalan dimalam hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s