Menanti


Disinilah aku, duduk diatara peron-peron

Duduk tanpa satu orang yang mengenalku

membaca satu-satu pasang mata yang bnayak. mencoba menelisik banyak cerita dan banyak kehidupan yang berbeda. Berharap akan ada mata yang menceritakan kehidupan yang memang kehidupan.

Kehidupan sebagai manusia. Bukan sebagai A, B, C, D atau Z atau siapapun namanya.

Aku duduk diantara pasang kaki-kaki yang setiap harinya melangahkan kehidupan mereka untuk menambah cerita kehidupan.

sementara aku menulis dan menikmati rasa sepi yang menyusup didada diantara banyak keramaian dan kehidupan.

Menanti kereta yang datang setengah jam lagi dan membawaku kekehidupan manusiawiku

dan aku mengurangi waktu yang tersisa

Andai semua dapat kembali seperyi dulu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s