BEHIND AIDS…..


Awal ketertarikan saya adalah begitu saya mendengar sebuah kisah yang membuat saya tidak habis pikir tapi sekaligus benar-benar merasa malu dalam satu waktu.
Kisah ini diawali ketika salah seorang teman saya bercerita____setelah kami menjadi panitia sekaligus pendonor darah___dalam aksi donor darah dikampus. Ia bercerita tentang seorang temannya yang pernah sekali melakukan donor darah bersamanya. Sebut saja namanya AR.
AR tidak pernah menyangka, bahkan tidak pernah membayangkan. Bahwa pasca tiga bulan ia melakukan donor darah tersebut, ia diundang secara khusus untuk datang ke PMI daerah setempat untuk membicarakan sesuatu yang demikian serius. Dan disana dia harus menerima kenyataan pahit, bahwa ia telah dinyatakan positif mengidap penyakit yang dalam satu hari 5000 orang dapat tertular dan berpotensi merenggut nyawa, tersebut. AIDS.
Entah bagaimana reaksi pertama yang keluar dari diri AR. Saya tidak tau, tapi mungkin AR akan mengalami Shock, Denial, and Anger (Cermin Dunia Kedokteran no.75 1992, 38). Gelisah, menyangkal, gugup, bahkan mungkin menyalahkan hasil diagnosa.
Karena AR bercerita kepada teman saya tepat pada saat dia harus memutuskan sesuatu yang penting dalam hidupnya. Yaitu MENIKAH. AR marah, merasa bersalah pada dirinya dan orang yang begitu dicintainya. Betapa ia harus memilih cintanya dan menularkan penyakit____yang diramalkan akan menginfeksi sekitar 400.000 orang ditahun 2010 dan 100.000 diantaranya meninggal____atau tetap sendiri menikmati sisa hidupnya_____yang ia rasa akan segera berakhir tapi tanpa menularkan kekasihnya penyakit mematikan tersebut.
Ia bimbang, apakah ia akan berkata jujur pada kekasihnya dan membatalkan pernikahan sekaligus pergi dari kehidupan kekasihnya tersebut. Dan ia kehilangan orang yang begitu dicintainya. Atau berbohong, dan tetap melangsungkan pernikahan yang memang sudah direncanakan sebelum vonis PMI terhadap dirinya itu, diterbitkan. Dan ia mendapatkan cinta itu.
Tapi teman saya dengan bijaknya berkata “Bicara saja…kamu akan tau seberapa tulus dia mencintaimu.”
AR pun pergi dengan rasa gugup dan hati yang galau. Ia menguatkan diri, apapun yang terjadi, ia akan terima. Dan ia pesimis dan begitu kalut. Perasaan akan menerima kenyataan pahit yang kedua kalinya.
Namun begitu ia menyampaikan pada kekasihnya tersebut bahwa ia mengidap penyakit mematikan bernama AIDS dan bersedia menerima apapun keputusan yang diterimanya. Inilah jawaban kekasihnya :
”saya tetap akan menikahimu”
AR begitu tak percaya dengan apa yang ia dengar. Namun kisah kekasih AR inilah yang membuat saya sadar bahwa stigma dan diskriminasi masyarakat terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) mesti diminimalisir bahkan dihilangkan sama sekali. Baik dalam pertemanan, keluarga, percintaan, bahkan pekerjaan sekalipun. ODHA adalah tetap orang-orang seperti layaknya kita semua.
Percaya atau tidak seorang Suzana Murni seorang ODHA berhasil mendirikan SPIRITIA dan aktif kampanye AIDS didalam maupun diluar negri, bahkan menulis buku. Ini semua prestasi yang lahir dari seorang ODHA hanya karena sebuah dukungan dari keluarga.
Karena keluarga ini tetap percaya bahwa HIV/AIDS hanya dapat ditularkan lewat Berhubungan sex (melalui vagina atau anus) ataupun melakukan sex oral tanpa menggunakan pengaman (kondom atau dam dari latex), Menyuntik narkoba dengan memakai jarum suntik bergantian dengan orang lain, Menerima transfusi darah yang terkontaminasi, Menjalani tindakan medis, tattoo atau akupunktur dengan menggunakan peralatan yang terkontaminasi.

So, jika salah satu dari kita tidak melakukan 4 hal diatas, HENTIKAN STIGMA DAN DISKRIMINASI !!! terhadap ODHA!. Rangkul dan dukunglah mereka seperti tidak terjadi apa-apa.
aids

One thought on “BEHIND AIDS…..

  1. Pengobatan AIDS Afrika Selatan: Bercinta dengan Perawan
    Sebuah survey menemukan lebih dari 1/3 masyarakatnya percaya pada pengobatan kuno yang unik ini. Yap.. bercinta dengan perawan, yang dipercayai mampu membersihkan kuman2 dalam tubuh penyebab penyakit AIDS. Mitos ini muncul di Afrika Selatan yang merupakan negara dengan tingkat kekerasan seksual tertinggi. wuihhhh bukannya malah menularkan ya bo….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s