dongeng setelah shalat maghrib berjamaah


Terharu…dan merasa menjadi hamba yang benar-benar merugi….

Selepas shalat maghrib berjamaah…nggak basanya papa mengajak kita sekelurga untuk duduk dan berdiskusi masih dengan sejadah yang terbentang…

papa bercerita :

“Seorang ibu sedang hamil sekitar 6 bulan tiba-tiba harus kehilangan suaminya, iya terpaksa hidup berdua dengan mertuanya yang telah renta…

dan rezeki tidak mengalir sebanyak ketika sisuami masih ada

beberapa tahun kemudian si anak mulai beranjak besar…sudah mengerti shalat…

suatu ketika dibulan ramadhan…anak ini berkumpul dimesjid menunaikan shalat maghrib bersama2 temannya tiba-tiba semua temannya sedang membicarakan tentang panganan buka puasa…(ada yang buka pake kolak…pake es cendol dan lain2) sedangkan anak tersebut…hanya minum air putih..

lalu iya pulang kerumah dengan penuh tanda tanya…

“Ibu…ayah dimana???”

sang ibu berkata ” memangnya kenapa?”

“Teman2ku semuanya makan enak untuk berbuka…sedangkan kita cuma minum air putih..apa kalo ayah ada disini mungkin kita buka puasa lebih banyak yahhh”

tapi si ibu hanya diam…

2 minggu sebelum lebaran si anak bertanya kembali “Ibu teman-temanku dibeliin sepatu baru…baju baru sama ayah mereka…ayah dimana bu…?”

tapi kata ibu “nanti seminggu sebelum lebaran ayah akan datang”

“berarti aku dibeliin baju baru bu,,,,?”

“Iyahhh”

seminggu telah berlalu tapi ayah tak jua datang… sianak sudah tidak sabar dan bertanya kembali “Ayah dimana bu?”

“nanti subuh ayah pasti datang nak…”

akhirnya sianak menunggu hingga subuh…tapi siayah yang ditunggu tak jua datang…

akhirnya dengan tidak sabar…sianak pergi keluar rumah berjalan kemanapun kakinya dapat melangkah…

suatu malam..anak itu berhenti disatu mesjid dan akhirnya ia menunaikan shalat isya…

selesai shalat…seorang kakek menghampirinya dan bertanya

“ada apa nak?”

“Saya sedang mencari ayah saya, kek”

“Kamu mau saya bantu…tapi…apapun halal rintang kamu harus menjalaninya”

“aku mau kek”

“Baiklah”

detik itu juga kakek mengajak anak tersebut melewati sungai…gunung, ladang berduri bahkan apapun rintangan yang pernah ada…semua telah dilewati

akhirnya sang anak bertanya

“Kek…sudah beberapa hari kita berjalan…tapi kita belum menemukan ayah..”

Lalu sang kakek mengajak anak tersebut shalat jum’at disuatu mesjid..

anak itu bertanya kembali “kek…kapan kita dapat bertemu ayah?”

akhirnya sikakek yang tau betul begitu bulat tekad anak tersebut untuk menemukan ayahnya…akhirnya menyerah

“Baiklah…liatlah seseorang yang berbaju putih dan ada soboken dilengan tangan kirinya…itulah ayahmu nak…”

sianak akhirnya mencari…dan bertemulah ia…ia duduk dan shalat dibelakang lelaki yang ciri2nya disebutkan oleh sang kakek…

begitu shalat selesai,….si anak akhirnya menarik tangan bapak tersebut dan ngotot bahwa ialah ayahnya.

tapi sibapak berusaha meyakinkan bahwa ia tak pernah mempunyai anak…

sianak masih ngotot hingga sibapak akhirnya menyerah dan membawa anak tersebut menuju istana megahnya….

sianak pun berkata “ayahhh begitu megah rumah ayah…mengapa ayah tak pernah membawa neek dan ibu tinggal disini?.”

sibapak diam saja…

“Ayah…istana lengkap ini tidak sebanding dengan baju ayah yang robek sebelah…ada apa ayah???”

“Dulu….ketika aku sedang pacaran dengan seorang gadis…kami sudah memutuskan akan siap menikah…tapi ternyata ibuku tak dapat mengabulkan…ia berkata nanti lah nak setelah panen…tapi aku tak sabar…aku kawin lari dengan pacarku…”

marilah nak aku ajak kamu berjalan-jalan…

sianakpun mau…akhirnya dia berjalan dan ternyata disepanjang jalan…ia bertemu dengan beberapa manusia dengan lidah menjulur (sia ayah menjelaskan kalo mereka sering mengunjing)

ibu2 dengan bau parfum menyengat (mereka sering bersedekah…tapi sayang mereka suka riya)

orang yang memakan daging berulat(memakan yang bukan haknya)

dan akhirnya dia bertemu dengan kumpulan bapak dan ibu yang tidak berbau apa-apa tapi sangat indah(enak diliat) ramah tamah…

sibapakpun menjelaskan bahwa mereka itu sering bersedekah dan menjalin silatuhrahmi….

lalu akhirnya merekapun kembali kerumah megah itu lagi…

namun yang terjadi…dirumah tersebut tiba-tiba mengalir air dari atas…

“Ayah…kenapa rumah ayahh bocor…”

dan sianak melihat ibu dan neneknya sedang melihatnya dari bocoran air…

“Ayahhh…ada nenek dan ibu..”

Tapi ternyata si ayahhh telah menghilang….

(Kawan…ternyata sianak tersebut telah setahun berada didalam kubur ayahnya. Sedang ibu dan neneknya sedang menuangkan air kekubur ayahnya)

banyak hal yang dapat diambil dengan kisah ini…

Tapi aku hanya ingin bilang

“Aku mencintaimu ayah…selamanya”

🙂 semoga ALLAH SWT masih memberiku waktu untuk masih dapat membahagiakan ayah ibuku…

aku ingin kaulah yang manjadi waliku seumur hidup ayah….

Ayahhhh…aku mencintaimu…

4 thoughts on “dongeng setelah shalat maghrib berjamaah

  1. Subahanallahh indah yahh..kebersamaan keluarga dalam bingkai religi…!! semoga slalu gitu yahh Va..sering2 ajak anggota keluarga shalat berjamaah..dan sharing dalam forum itu….

    • amin…semoga keluarga ini tetap rukun dan bahagia selamanya… dan selalu gak putus asa untuk terus belajar dan belajar lagi va bakal terus berjuang untuk itu

      Mama, Papa dan adik-adikku aku sayang kalian semua! kalianlah harta terakhir yang aku punya saat ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s