Betadine & rivanol


Rivanol & Betadine(24Okt2009)

 

Seperti kembali ke masa lalu

Kau datang dan aku sedang sakit

Kau tawarkan Rivanol & Betadine

Dan kau kapasi lukaku

 

Airmata meleleh

Kau tawarkan pundakmu

Aku tak bergeming

Tetap menahan pilu

 

Kau bertanya

Apa boleh menyembuhkanmu?”

Ya”

Apa boleh mencintaimu?”

Ya”

Apa boleh berharap kau mencintaiku?”

Aku berdiam.

 

Kau tau arti diam itu dan berkata

Kau bisa terluka karena dia,

Mengapa tak mengizinkan aku terluka karenamu?”

Aku menjawab

Karena aku tau, luka itu memupuk rasa yang berlebih”

Lalu dengan tegas

Biarkan aku makin gila karena ini,

Bukan kamu. Karena aku ingin kamu tersenyum”

Aku terdiam lagi.

Dan memutuskan untuk pergi.

 

Tapi kau berkata

Aku telah mengantarmu kesana.padanya.

Dan aku turut bahagia.”

Dan aku tau itulah jawaban yang kubutuhkan.

 

Lalu sekarang, kau datang

Dan berkata “Kamu sakit?”

Aku tak menjawab,

Tapi kau terus menyimpulkan

Dan menawarkan rivanol dan betadine

Bahkan pundakmu

 

Lebih dari itu, kau ingin aku kembali

 

TIDAK” jawabku tegas

Kau menggeleng dan coba ber-negosiasi

Tolong katakana ‘BELUM’”

Kulempar rivanol dan betadine itu

Lalu kukatakan

Kau telah mengantarku sampai disini. Padanya.

Dan kuharap kau turut bahagia.”

Kau diam. Menunduk

Tapi aku tau kau masih berjuang.

 

MAAF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s