Sebuah Sudut Pagi


SEBUAH SUDUT PAGI

Disebuah sudut pagi

Seperti biasanya,

Kau duduk disana

Disebuah sudut pagi

Kau ukir tubuh pagimu berselaput debu

Bersama rambut yang tak pernah kau basuh

Sejak kau duduk disudut pagimu

Sambil mengukir dan berfikir

Sebuah fikiran

Tanpa rasa, tanpa tangis,

Tanpa tawa, tanpa amarah

TANPA RASA

Kau hanya duduk disudut pagi

Mengukir tubuh pagimu

Seperti biasa

Seperti pagi biasanya

Seperti sudut pagi biasanya

Dimana hanya ada kau

Dan satu fikiran,

Yang hanya kau dan sudut pagimu yang TAU…

Daan Mogot (Sebuah pengasingan dan malam-malamnya yang indah)

6 Januari 2009

Untuk : Bapak tua yang sering duduk dari pagi hingga pagi didepan kantor

2 thoughts on “Sebuah Sudut Pagi

    • makasih bang..my big brother wkwkwkwk :D…itu puisi buat orang gila yang sering duduk didepan kantor dan sering ngeliatin va bang..awalnya serem tapi ternyata enggak, dia cuma duduk dan diam dan memerhatikan tanpa tatapan yang berarti alias kosong🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s