Bidadari


Entah dimana ia menemukan puisi indah ini. Tapi setiap kali aku membacanya, aku iri. Aku malu pada diriku sendiri.

===

Allahu Rabbul Izzati…

Jika Cinta kan menghampiri diri

Jangan biarkan Cinta kepada-Mu hilang di hati..

Perkenankanlah selalu tuk selalu Mencintai-Mu..

Sepenuh hati dan Ketulusan diri

Allahu Rabbul Izzati…

Hanya kepada-Mu Cinta Hakiki Cinta

yang mengantarkan Keindahan sesungguhnya…

Cinta dengan kebersihan jiwa hati..

Cinta untuk mendapatkan Keridhoan-Mu

Allahu Rabbul Izzati…

Cinta itu pasti kan datang menghampiri diri

Berikanlah Cinta kepada seorang insan mulia..

Yang didalam dirinya selalu ada keinginan..

Keinginan dengan tujuan Keridhoan-Mu

Itulah Bidadari Surga Dunia..

Bidadari Surga Dunia..

Berhiaskan Iman dan Taqwa Wajah indah berseri..

Karena air wudhu keseharian dirinya.

Bidadari .

Bidadari Surga Dunia..

Idaman semua wanita sholihah

Cerminan seorang berhati mulia

Yang selalu terpatri dalam dirinya..

Bidadari Surga Dunia..

Ada cahaya yang terpancar di wajah

Menerangi dunia dengan sinar yang menyilaukan

Karena Kemulian dan Keindahan dirinya……

Bidadari Surga Dunia..

Dengan rona merah di wajah

Dengan Senyum semanis madu

Yang selalu menghiasi kecantikannya…

Bidadari Surga Dunia..

Akhlaqul karimah perhiasan dunia

Ilmu sebagai jalan menuju surga..

Dunia menjadi ladang akhirat bagi dirinya

Untuk mencapai Cinta Allah Ta’ala…

Allahu Rabbul Izzati…

Dalam dunia yang merana…

Dunia yang nantinya kan binasa

Dunia kerakusan dan keserakahan manusia..

Dapatkah bertemu dengan dirinya..

Mencintai seorang Bidadari Surga Dunia…

Mencintai karena untuk mendapatkan Keridhoan-Mu

Allahumma Rabbanaa Aamiin….

===

Sungguh tak terperi tangisku,

Betapa tiada lagi kata selain Malu.

Sebanyak apa aku mengenal diriku yang tak berderajat,

menekan dalam siapakah pemilik yang hakiki.

Tak berdasarlah sekarang hati ini,

Hanya kemunafikan

penuh dusta bahkan pada diriku sendiri.

Betapa dzalim aku ini.

kupaksakan seratus tetes air dari sepasang mata

seindah yang diciptakanNYA

Lalailah aku,

sebanyak itukah yang kuberikan

ketika datang padaku waktu shalat?

sebanyak itulah yang kuberikan

ketika datang padaku

kalimat Syahadat?

Sebanyak itukah

yang kuberikan ketika tampak olehku

kebesaranNYA?

ALLAH,

jauhkan lah hambaMU dari kerugian.

Pertemukanlah hamba dengan HidayahMU.

KAUlah yang maha mengetahui apa yang dilangit dan dibumi.

===

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s