Mimpi dan sesumbar


Sumbar(?)

kukatakan sesumbar,

seperti tegurku pada alam

dan beningnya mentari.

Sepercik embun menggapai pori,

meniti sejuk

dimana pagi dan jiwa itu datang kembali.

Senyum demikian merekah,

disela dahan yang lumayan terkoyak,

banyak jentik ulat bulu menyarang dipokok.

entah mesti berkata “lucu” disela “takut dan takjub”.

Sungguh beruntung merpati,

karena disela sinar mentari

dia berpasang-pasangan.

Bercumbu dan saling membelai.

Dan ada segelintir,

dan justru semburat pilu disebuah senyum.

Pernah aku duduk dibawah mereka,

bertatap kearah mega,

lalu penaku berlari diatas sebuah kertas,

sambil sesekali menyeka mata yang berair.

Kuminum embun,

dan burung nuri bernyanyi

“manuk dadali”

ow…sempurna sekali sebuah mimpi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s