Hujan, aroma dan Dia


Setiap tahunnya selalu berulang, keadaan yang sama dan nuansa yang sama. Tidak kah kalian merasa seperti aku?ketika aroma yang sama hinggap diujung hidung.

Aroma ini kuhirup beberapa tahun lalu dengan bau yang masih sama. Bau tanah yang disiram air hujan yang beryaun dinegri kesyahduan seperti ini.

dan aroma tubuhnya….perpaduan satu batang rokok, sampo sunsilk kuning, atau terkadang sampo dove, lifeboy dan memang aroma badannya.

Aroma ini selalu membawa kerinduan, membawa kesyahduan dan tentu saja sisi melankolis seorang perempuan.

Air hujan selalu meninggalkan kubangan-kubagan kenangan yang ternyata tak hanyut dibawa ke laut. dia terus ada disana hingga aku mencintai setiap gerakan titik hujannya. Bau itu datang dari sana, kawan…, aroma itu!

Disini kalian akan tau, begitu cintanya aku terhadap hujan. Aku rindu semua tentang hujan. Titik-titik air dibawah lampu jalanan(pada malam), bau2 tanahnya, bau-bau kenangannya.

Aku ingin bermain dibawah hujan, berteriak dan berlarian seperti orang gila da nberbisik “aku begitu merindunya”.

Kalau saja semua dapat hilang seperti gemericik air yang bah dibawa hujan kedasar laut, kalau saja dapat sesimple itu kenangan ini bisa hanyut. Aku akan memilih jalan itu. Tapi sayang,  hujan tetap meninggalkan kubangan begitu juga aromanya.

Kalau saja…aku bukan kubangan tetapi air bah itu…

Kalau saja kau tahu

hujan selalu membawa dasar rindu

Kalau saja kau tahu

hujan selalu mengingatkanku

Kalu saja kau tahu

hujan telah meninggalkan kubangan kenangan itu

8 thoughts on “Hujan, aroma dan Dia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s