Debat Kusir ,,?,,


Teman, diskusi kali ini menganai siapa kita?

apa tujuan kita?

dan seperti apa kita?

SIAPA KITA?

Hayoo..siapa kita???tidak perlu mengenalkan diri anda kepada orang lain. Karena perkenalan hanya dijinkan sebatas nama, umur dan dimana anda lahir. Tidak lebih. tapi jangan kenalan seperti ini yahhh :

Dapatkah kita memastikan kita mengenal siapa diri kita?

Saya rasa tidak. Karena kembali lagi jawaban itu akan dipermudah dengan jawaban “Makhluk TUHAN”.

Tapi siapakah kita?menjadi sebuah pertanyaan yang sulit karena semua itu berdasarkan jawaban atas banyak pertanyaan lagi.

-Tujuan Hidup

-Opini publik

-Problem solving

-Karakteristik

Saya rasa keempatnya sudah cukup mewakili pertanyaan yang harus kita jawab sehingga kita tahu siapa kita..(Jangan lupa tambahkan bagaimana didepan setiap kata diatas dan tujukan pertanyaan itu untuk anda sendiri)

Dan setelah itu tanyakan pada diri kita dengan menambahkan kata “APAKAH” disetiap kata diatas.

Teman ada catatan yang ingin saya lontarkan disini. Bahwa kita tidak perlu menginginkan diri kita terlihat tidak buruk pada lingkungan kita. Karena mereka sudah sangat dewasa untuk merumuskan opini bahkan argumen mengenai diri kita, begitu pula halnya kita juga dapat mempunyai opini pada orang lain. Semua orang memiliki hak yang sama mengenai pendapat dan opini. Kenapa mesti kita pusingin?

Apa tujuan Kita?

Ini hal yang benar-benar sulit terjawab karena banyak tokoh2 motivator yang sering menanyakan pertanyaan simple namun sulit diberi jawaban.

Temanku yang super (halahhhh) pernahkah kita bermimpi??

saya jamin, kalian akan menjawab “YA” tapi apakah mimpi tersebut ingin kalian jadikan kenyataan? Jika jawabannya kebanyakan YA…frekuensi seperti apa yang kita bangun untuk membuat jawaban “YA” tersebut jadi benar-benar “YA, saya sudah mencapai dan mewujudkan cita-cita saya?”

Teman, mimpi adalah sebah hal yang semua orang miliki. Namun, sudah siapkah kita untuk melihat mimpi kita menjadi nyata tanpa ada perasaan ingin membanggakan diri dan lebih-lebih adalah sifat yang sombong?

Jangan tanyakan seberapa besar usaha kita untuk meraihnya tapi tanyakan dulu..

“siapkah kita dengan mimpi2 kita?”

Teman, saya harap pasanglah frekuensi simple mengenai mimpi kita, pergilah masuk kedalam kamar kalian. Berpikirlah betapa menyenangkannya mempunyai mimpi-mimpi dan cita-cita. Setelah itu pasanglah frekuensi simple mengenainya…jadikan mimpi kalian tetap menjadi mimpi bukanlah beban. Karena kita sedang ingin mewujudkan sebuah mimpi bukanlah sebuah beban.

Sehingga kalian menikmati setiap jengkal bagaimana kalian meraih mimpi kalian tersebut.

Lalu teman, tanyakan pada diri kita..apa tujuan kita meraih mimpi..apakah itu menjadi sebuah keberhasilan hidup yang dapat membuat kita selalu terkenang bahwa untuk meraih sesuatu dibutuhkan usaha yang keras. Ataukah kita ingin dunia mengakui kehebatan kita?

Sekali lagi, siapkah kita untuk menerima jika suatu saat kita dihadapkan dengan terkabulnya mimpi kita?

Seperti apa kita?

pertanyaan diatas ditujukan untuk kita sekali lagi berkaca, seperti apa rupa kita? apakah sama dengan kenyataan ataukah pantulan cermin malah menggambarkan sisi orang lain(bukan kita).

Saya akan mudahkan…begini teman. Terkadang begitu kita melihat profile seseorang, kita terbayang jika kita sesukses beliau, jika saya sekaya beliau, seganteng atau secantik dia. Tapi pernahkah kita katakan pada diri kita sendiri bahwa ternyata kita tidak perlu iri, karena TUHAN telah memporsikan kehebatan masing-masing umatnya. Lalu mengapa kita ingin menjadi seperti orang lain.

Bukankah kita sudah tercipta sempurna?mengapa kita tidak bangga terhadap diri kita yang menjadi diri kita..(be your self, guys..!)

Kalau kita menjadi kucing tersebut, sanggupkah kita hidup dilingkungan para raja singa diAfrika dengan tubuh kita yang sudah permanen???

Teman, berupaya menjadi seseorang itu belum tentu akan membuat keadaan menjadi lebih baik. Karena sesungguhnya kita dan tokoh tersebut memiliki lingkup dan lingkungan yang pas dengan karakter mereka.

Begitu juga kita teman, kita diciptakan dengan porsi yang pas oleh TUHAN dan kita tinggal menyesuaikan dengan lingkup dan lingkungan kita.

Satu hal lagi, lingkup dan lingkungan tempat kita berada adalah sebuah kolam bernama “KELUARGA” walaupun kita tidak berkeluarga. Tapi jadikan mereka benar-benar keluarga. Karena merekalah kunci sukses anda menjadi seseorang yang berkarakter dan tentu saja membuat kita mengenal siapa diri kita.

Masih ingan bagaimana Azaam tinggal bersama teman2nya (Ketika Cinta Bertasbih)

Kawanku yang super (halah)….terakhir dari saya, semua orang sering melihat kehidupannya begitu rumit. Dia ingin jadi ini itu, miliki ini itu dan bla bla bla…tapi terkdang suatu ketika kita malah merindukan masa-masa kecil kita. Dimana hanya ada kekerabatan dan keceriaan dengan teman2 kecil kita.

Tapi tahukah kalian teman, bahwa kehidupan masa kecil kita itu adalah kehidupan yang simple tanpa beban. Berbeda dengan kita saat ini. jadi wajarlah kita merindukan kehidupan simple tersebut.

Lalu mengapa kita tidak memasang kehidupan simple juga untuk diri kita saat ini. Pasanglah frekuensi “KEHIDUPAN YANG SIMPLE” mulai saat ini kawan, sehingga kita dapat menikmati semua hal(baik itu pengorbanan ataupun duri-duri) menuju mimpi kita. Jangan biarkan EGO, dan kesombongan yang meracuni mimpi2 kita yang kita pasang indah difrekuensi yang tepat.

Teman…hidup ini demikian indah..jangan rusak kehidupan kita sekarang dengan merindukan masa kecil kita (karena itu, membuat kita tidak bersyukur dengan nikmat yang ada saat ini)

Cukupkanlah kenangan masa kecil kalian menjadi kenangan yang pernah ada dan selalu menjadi prosa rindu yang tidak menghantui tapi justru menambah daftar kenangan indah dipikiran dan hati kalian.

Sekali lagi, semua dimulai dari kita. Biarkan demikian.

4 thoughts on “Debat Kusir ,,?,,

  1. Pingback: funktaztic.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s