I love u like a child


Pagi ini ada senyuman indah..hehehe🙂

Pasti kalian mikir mungkin saya sedang jatuh cinta pada seorang pria. Kalo kesimpulan kalian demikian, kalian salah!

Saat ini saya jatuh cinta seklai lagi (setelah berkali-kali) dengan anak-anak. Tepat pada saat saya menginginlan mereka, mereka hadir dalam jumlah yang tak terkira dihadapan saya tadi malam.

Seorang teman ayah saya, membawa ketiga anak perempuannya kerumah kami. Saya sangat senang sekali, karena komunitas anak kecil dirumah saya tiba-tiba meledak (lebay) meraka jadi berjumlah 6. Dan saya seperti biasa sangat senang menghadapi tngakh aneh-aneh mereka.

Apalagi saya baru tau, kalo salah satu diantara mereka mengidap hiperaktif berlebihan (yang notabenenya mendekai autis) saya senang membuatnya sibuk. Mengajari dia mengepang rambut adiknya yang baru mengikuti playgroup. Dia sangat senang sekali sampai-sampai ingin saya mengepangi rambutnya juga. Agak sulit memang untuk membuatnya diam, tenang dalam mengepang rambutnya, tapi saya berhasil membuatnya tersenyum dengan hasil kepangan rambut saya. She so nice…i love her so much…namanya saya lupa. Tapi saya ingat sekali wajah manisnya yang tak pernah berhenti tersenyum.

Lalu adiknya, Adila. Dia juga manis sekali berbeda dengan kakak tertuanya yang berkesan tertutup dan sangat manis berbalut jilbab. Tapi Adila sangatlah manja. Dia duduk dipangkuan saya sambil bersandar dan menyanyikan banyak lagu anak-anak untuk saya. Mulai dari cicak-cicak didinding, balonku, dan banyak lagi sampai saya tidak ingat.

Adila pandai mengambil hati saya sama seperti kakaknya yang kedua. Tapi Adila lebih manis, saya suka seklai dengan senyumnya ketika memegang pipi saya, saya suka sekali kelakuannya yang mirip kucing bersandar-sandar dibadan saya sambil bilang, “Kakak….”

Dia manis sekali, saya senang menggelitikinya, menertawai senyumnya dan cara dia menyanyika sebuah lagu (sambil memerhatikan kawat gigi saya). Dia sangat tertarik untuk memegang kawat gigi saya, dan berkerut jika saya melarangnya (karena saya sedang kesakitan). Tapi setelah dia merajuk, dia akan kembali dan memegang wajah saya kembali (seakan-akan ingin mengatakan “Kakak…jangan marah yahhh”)

Adila…membuat saya sekali lagi berfikir bahwa saya semakin mencintai anak-anak. mencintai bagaimana mereka membuat saya tersenyum sekali lagi. Tidak, tidak sekali…tapi berkali-kali. Saya mencintai mereka…saya ingin segera mempunyai anak rasanya…tapi tidak ingin merasakan sakitnya melahirkan…hehehehehe🙂

Disamping itu, saya juga mencintai adik-adik saya, orang-orang yang selalu saya rindukan setiap menitnya.

Oh, Adila dan kakaknya benar-benar membuat saya terheran-heran sekali lagi, bagaimana ALLAH bisa menciptakan mereka demikian indah..bagaikan malaikat-malaikat bersayap putih yang memainkan harpa dan tak henti mendendangkan twinkle-twinkle little star dan tidur dipangkuan paha saya.

Saya rindu ada dalam komunitas itu….saya benar-benar ingin bertemu banyak anak lagi. Saya ingin segera keliling dunia dan menemukan mereka dipangkuan saya…tunggu saya anak-anak🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s