Saya Astma pak Presiden


Surat Terbuka untuk pemimpin INDONESIA!

Yang terhormat

Wakil-wakil rakyat yang duduk anteng disinggasana keterpurukan bangsa.

Pak, bu…saya ingin mengutarakan keegoisan saya terhadap lingkungan terhadap teman-teman dan saudara saya. Bagitu kaget saya mendengar bapak presiden yang berpidato mengenai bagaimana sensisitifnya beliau atas tindakan Belanda mengenai RMS atas kunjungannya. Tanpa menyinggung sedikitpun mengenai teman-teman saya diluar sana yang kebanjiran, yang kelaparan yang butuh didengarkan kepededihan dan kesensitifan hati mreka. Setelah menyesal menerima uang sbesar Rp50.000 (rup[iah bukan dolar) sebagai upah telah memilih dan mencoblos kalian yang sekarang duduk diatas 100triliun uang mreka yang tidak mreka sadari.

 

Tapi bukan itu inti keegoisan surat saya ini, bapak/ibu pemimpin negara. Saya hanya ingin mengeluhkan lingkungan. Siapa tau ini dapat dipertimbangkan agar tidak terjadi lagi banjir dan kelaparan diluar sana. Entah ini akan didengar atau tidak. Tapi ini juga lebih karena saya adalah penderita Astma…penyakit yang secara turun temurun saya peroleh dari kakek nenek saya.

 

Saya sudah lama tidak kambuh penyakit ini, Tapi tiba2 suatu hari astma saya kambuh dengan suara yang tinggi lebih daripada biasanya.

 

Mungkin kalian tidak peduli atas diri saya, tapi bagaimana dengan penderita astma lain yang mungkin mengalamai hal yang sama dengan saya.

 

Saya merasa udara diperumahan saya sudah tak sesegar dulu, dimana saya memperoleh banyak oksigen murni.

 

Dan itu semua karena banyaknya tumbuhan pepohonan yang ditebang hanya untuk membangun jalan tol dan pusat perbelanjaan.

 

Pak/bu saya hanya ingin mreka yang membangun dan merusak ekosistem tersebut mengganti pohon yang mreka tumbangi. Yang menyebabkan astma saya kambuh.

 

paling tidak mereka mengganti dengan tanaman pot, entah itu pot bunga ataupun lainnya, saya hanya minta mreka mengganti yang mreka tebang jika mreka ingin membangun perumahan, pusat perbelanjaan atau yang lainnya.

 

Pak/bu pemimpin, saya juga secara egois peduli pada teman2 saya yang kebanjiran, bolehkah saya mendengar sebuah solusi untuk membuatnya tidak terjadi lagi??

 

tolong kami pak bu….

 

4 thoughts on “Saya Astma pak Presiden

  1. padaa masanyaaa..mungkin memang telah menjadi sunatullah.. bahwa dunia akan perlahan menuju kehancuran… dan itu pula yang telah dikabarkan secala implisit oleh malaikat, dengan “mempertanyakan” kebijakan ALLAH untuk mejadikan manusia sebagai khalifah bumi. Malaikat mempertanyakan mengapa manusia diberi kepercayaan sebesar itu, sedang mereka hanya mengakibatkan kehancuran.. Tapi ALLAH SWT pemilik sekalian alam ini, jauh lebih tau apa yang direncanakan dalam kitab Lauhmahfuz-NYA.. Dan untuk itulah menjadi pembeda antara manusia yang beriman dan berbuat kebajikan dengan mereka yang maruk dan berbuat kerusakan… sama seperti mengapa harus ada kejelekan kalau ada kebaikan, dan mengapa ada hitam kalau putih lebih baik…
    Kalau mereka para pemegang wewenang dan pengambil kebijakan tidak dapat melakukan hal yang baik.. maka merugilah mereka.. tinggal kita berusaha untuk mengambil jalan lain dari mereka yaitu jalan yang membawa kebaikan… Aminn…!!!!

    Mari menanaammmmmmm….!!! Go Green World..!!!

    Salam Lestari.. (salam khas anak mapala..heheheheee…)

    • horeeeee..aji komennn…hehheeheeheh🙂 yuk nanam dikost aji yuk😛 va dah punya tanamannya nih, tapi disiran yah..jangan kayak dulu🙂

      Kalo untuk khalifah2an..ilmu saya masih cetek gan, butuh diskusi lebih banyak, jangan bosen2 saya telpon mendadak tengah malam yahhh cuma buat diskusi hehehhehe.. kan nambah ilmu nih hehehhe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s