Terkadang


Terkadang kau diam

menghalangiku berjalan

ditengah pasar

ditempatku sering berbelanja.

Tidak ada ruang bagiku untuk mengeluhkan perilakumu.

Terkadang kau tersenyum

Bernyanyi alunan pagi

kau biarkan aku duduk diatas batu ditepi sungai.

Terkadang kau hilang

Kau menyuruhku menangis

dan terus menerus kau menaruh

kaca dipertengahan perjalananku.

Padahal kau tau aku tidak memakai sendal.

Terkadang kau menangis,

Kau tidak membiarkanku pergi,

Kau bilang mimpiku takkan lengkap tanpamu

Tak bisakah diriku memikirkan

bagaimana jika kamu kehilanganmu.

Terkadang kau mamalingkan pandanganmu

seakan aku itik buruk rupa

yang satu-satunya takkan berubah menjadi angsa.

Terkadang kau mengangkatku kepundakmu

kau katakan

akulah satu-satunya yang kau inginkan.

kau membantuku berjalan

Terkdang kau melemparku

hingga berdarah.

Kau bilang aku pantas mendapatkan itu.

Semua ke-terkadang-an mu

membuat jalanku terhenti

hingga aku tak pernah tau ujung jalanku.

Tapi anehnya, aku tidak pernah

berusaha melakukan ke-terkadang-an ku

agar kau jera, agar kau tau rasa yang sama.

2 thoughts on “Terkadang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s