Kamu


Aku ingin mengalir seperti lautan,

Aku ingin meniti angin yang dingin,

pada kelopak-kelopak embun yang tipis.

Aku ingin tenggelam di samudra yang biru.

Menikmati damai yang berbeda.

Meninggalkan rasa fana

yang membabi buta.

Seperti kisah kehidupan kita yang pahit.

Kau mungkin akan mengerti bagaimana kelamnya semua ini,

tangisan, makian, cacian, kelaparan, bahkan kebringasan.

Tapi kau sunggingkan seutas senyum dingin yang mendamaikan.

Mungkin kita memang telah dipertemukan

disaat semua terasa muram.

Kita memang berbeda,

dalam sisi yang kita tak pernah tahu

dimana letak sisi yang mesti kita persatukan.

Aku ingin berfikir sepertimu,

sebuah kesederhanaan yang kuimpikan dahulu.

Tapi kita memang berbeda

###

Akhirnya kita mengerti…

sebuah tanya yang kita bahas berhari-hari.

Kau akan membelaiku seperti biasa,

Kau akan bercerita mengenai mentari, mengenai pelangi

dan mengenai sebuah keluarga kecil.

Kau tetap akan berdongeng sampai aku lelap dipelukanmu.

hingga pagi.

Kau tepat menciumku pada helai rambut yang kusut

karena semalaman kau belai-belai.

Kau akan sunggingkan senyummu seperti biasa.

Dan kau masih akan berkata

“Mimpi indah, manis?”

aku akan diam dan tersipu seperti biasa.

Pernahkah aku berkata, bersandar dipundakmu

adalah sebuah keindahan?

bahkan itulah mimpi yang indah buatku?

Hingga,

Kulihat gurat hitam bawah matamu pagi ini.

Dan aku telah sadar, kaulah yang memelukku tadi malam

yang ada dalam mimpiku,

menenangkan ceracauan angan dan mimpiku

igauanku yang memberontak.

Dan kini aku sadar,

kau tidaklah sesederhana itu…

Pahlawanku!

###

6 thoughts on “Kamu

  1. #menerka-nerka…

    Dia sungguh diresapi dalam balutan indramu mengenali sosoknya…

    Jangan terbitkan kagum melebihi keindahan bahasamu jika mengenai sosoknya.. sosok lain…

    Karena dia yang pernah tampil terbaik pun, tetap datangnya dari anugrah….

    Pemilik tubuh yang berjalan, tak selalu hanya rohnya yang suci.. melainkan dilema yang menjadikannya penuh karakter,,,

    Jika dilema yang ia miliki engkau kagumi, maka bersiaplah bertarung bersamanya, sang pahlawan dalam hitam putihnya. ^___^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s