Hasil diskusi bebek kalibata


Thx untuk sahabat saya, wiwid untuk bagaimana memberikan saya pencerahan tadi malam. Gak tau harus berkata atas apa yang saya sadari semalam setelah diskusi serta senda gurau yang panjang dan menyenangkan.

Yah, kamu benar untuk sebuah sisi “keterbukaan” saya terhadap banyak orang dan begitu “welcome” atas segala bentuk persahabatan tanpa ada sedikitpun keraguan. Dan itulah posisi yang mungkin membuat semua orang tidak beranjak pergi dari saya.

Dan saya lagi-lagi terlibat dengan urusan “perasaan” dengan banyak lawan jenis meskipun bukan kesana arah tujuan persahabatan itu dimulai. Kamu benar bahwa saya ternyata tidak siap untuk benar-benar menanggapi seluruh perasaan itu semua, yang dialirkan begitu deras ke arah saya. Dan saya dengan “bodoh” tidak segera respon terhadap perasaan mereka dan justru cuma bisa menghindar dan anehnya respon saya buruk pada mereka. Lucunya, mereka justru tidak pergi dan malah tetap ada dan menunggu.

Saya akhirnya merasa bersalah, merasa bimbang dan galau. Mungkin memang keputusan akhir seharusnya adalah saya memang harus memulihkan hati dan “berkemas” dan jeratan ini. Baik dari sisi diri sendiri yang terus terkungkung pada satu hal yang mungkin “bukan akan menjadi milik saya” dan perasaan mereka kepada saya.

Sebaiknya sendiri saat ini lebih baik. Inilah saatnya berfikir dan meneruskan perjalanan panjang menuju kesejatian “perasaan” itu sendiri, disaat semua memang mesti berakhir dan saya menemukan akhir dari kisah “perasaan” ini. Mungkin dengan begitu saya juga selesai dengan rasa sakit dan bingung terhadap “perasaan-perasaan” yang mengikat tanpa kepastian.Meski berat dan saya tahu saya akan tertatih-tatih menjalaninya.

Biarlah garis TUHAN saja yang menggiring saya kearah kesakralan itu. Juga kita semua.

———————————————————————————————————————————————————————–

Mimpi tadi malam…

Entah bagaimana akhirnya orang itu datang kembali lewat mimpi. Begitu mendengar namanya disebut, ada getar hebat yang tak biasa. Seolah hari itu adalah hari yang paling aku nanti.

Dia tertidur dalam sebuah ruangan. Ada dua buah kasur dan meja yang diatasnya sedang nyala sebuah laptop dengan wallpaper foto saya (foto profil fb saya). Dia tertidur pulas. Melihatnya damai sekali, tapi aku masih meyakinkan diri, apakah itu memang dia??? Betulkah nama yang disebut temanku itu adalah dia??? aku diantarkan kepadanya??? aku terus bertanya dalam hati.

Hingga dia menguap dan menoleh kearahku yang masih tak percaya didepan pintu. YA! aku mengenalinya ! orang itu! aku begitu mengenalinya hingga saat ini. Oh TUHAN!! aku tak percaya hingga ia duduk disampingku dan memelukku. Aku cuma bisa diam dan rasanya tak ingin melepasnya sama sekali.

Aku akhirnya menciumnya dipipi. Dia kaget dan merasa aneh, karena aku tak pernah memulai. Ada rasa rindu yang menelusup, seperti jarak dan waktu telah memisahkan kami dalam waktu yang begitu lama.

Dia memelukkku dalam. Dalam….sekali hingga aku lupa bernapas, dan napasku memburu, tersenggal hingga kami berdua tertawa dalam bahagia. Rasanya demikian aneh,

Dan hari itu, kami hanya berpelukan dalam diam dalam kepulasan yang tiba-tiba hadir pada saat kami masih duduk dan saling menempelkan hidung. Aroma napasnya menempel dihidungku, dan aku semakin ingin menghirupnya semakin banyak. Agar tak ada lagi sisa aromanya yang tak terbaui. Mint, aroma pagi, tembakau, sisa parfum dan deodorant semalaman serta asap jalanan. Rupanya dia sempat menghabiskan waktu menikmati malam, semalam.

Aku merindunya dalam mimpi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s