Panik


Rasanya pengen bersyukur habis-habisan setelah apa yang terjadi dari tadi malam sampai pagi ini. Walaupun sempat nangis bombay dan stuck pengen lari dan berteriak dilaut, dipantai bahkan kalo perlu di got (dramatis). Tapi yasutralah di syukuri saja.

Mulai dari adik gue yang tiba-tiba sesek napas dan harus digotong kerumah sakit, ada satu rumah sakit yang nolak adik gue dan gak ngasih layanan P3K sama sekali bahkan kode etik yang katanya harus menenangkan pasien…gak sama sekali dilakukan, malahan mereka panik.

Akhirnya gue harus begadang nungguin adek gue yang gak napas sekian lama (bahkan dalam kondisi pingsan) dan berharap ada keajaiban selama dalam perjalanan.

Gue gak mau terlalu menceritakan kejadian diatas karena serius deh, gue akhirnya paham arti sebuah “kehilangan” karena kejadian tadi malam.

Tapi, ALLAH memang maha adil. Pagi ini (walaupun agra mas gue mogok dan gue terpaksa ngluaarin ongkos dua kali lipat lewat kp. rambutan dan harus naik ojek kekantor) disela-sela itulah ALLAH memberikan rizki yang lain melalui “usaha kecil” yang sedang gue bangun bersama adik gue. Thx to Anggita yang dah memberikan kabar terbaik disela-sela masalah yang saat ini gue hadapin(gak mau cerita disini). Mudah-mudahan masalah-masalah gue segera selasai dan gue segera kembali ceria dan tertawa lebih terbahak-bahak lagi.  Aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s