“Berjalan Kaki”


Mungkin banyak dari kalian yang tau, kenapa aku mencintai malam. Dan mungkin juga banyak dari kalian yang tidak tau bahwa betapa aku mencintai “berjalan kaki”. Entah kenapa, hari ini aku ingin seklai menceritakan apa saja hari ini. Semua hal yang sebenarnya terasa berat, terasa kosong, hampa dan aneh. Ini tentu saja berhubungan dengan “berjalan kaki” tadi. Aku suka sekali berjalan sejauh apapun kakiku bisa melangkah, mungkin beberapa teman yang melihat hal itu akan berkata “nyusahin diri ajah lu va” atau “kenapa harus jalan sih kalo ada angkot?”

Tau kah teman, terkadang ruang-ruang kosong dan hampa tadi aku coba isi dengan peluh dan pemikiran yang panjang ketika berjalan kaki?Aku hanya perlu menutup kuping dengan headset (yang tidak mengeluarkan suara sedikitpun) dan aku berjalan menyisiri setiap jalan dan aku menikmatinya luar biasa dibandingkan perasaan “Jatuh Cinta”. Ahh memang terdengar seperti drama serial korea, tapi itulah kenyataannya mengapa aku mencintai banyak hal yang mungkin tidak banyak orang menyukainya.

Dan pagi ini aku melakukannya. Aku sedang berpikir keras, menyusuri setiap keinginan diri yang mungkin tidak banyak orang yang tahu. Aku bertanya pada diriku “apa yang sebenarnya aku inginkan dan kejar?” dan diriku tidak menjawab apa-apa.

Kosong

-Pause-

Cinta?

-Pause-

Impian?

-Pause-

Target?

-Pause-

-Cinta-

Satu-satu aku telaah, cinta… aku teringat pada sms yang dikirimkan padaku semalam. Ketika seseorang mengirimkan 3 pesan mengenai pemberontakan hatinya, dan aku  bimbang ketika membaca sms terakhirnya yang berisi :

“tetep gak bisa tidur😦 i just wanna say i still luv eva no matter what. cause you the only woman in my heart that i fight for almost 3 years and i’m still trying but i’m still have the same result. eva’s heart still unreachable for me.”

Akhirnya, aku berfikir bagaimana bisa ada seseorang yang menungguku begitu lama sedangkan aku sendiri tidak tahu hatiku mengarah kemana.

Dalam 2 hari ini, ada 2 temanku yang mengajak berdiskusi mengenai diriku dan pernikahan. Mereka menasehati, untuk aku segera memilih siapa orang yang tepat untukku. Karena mereka merasa, bahwa terlalu banyak orang yang mendekat ke arahku, dan aku mengacuhkan semuanya bahkan terkesan tidak peduli. Dan hari ini, inilah jawabanku yang tidak kuceritakan pada kalian.

“Aku hanya ingin diperlakukan dengan baik, meski mungkin aku terkesan cuek, mandiri dan tidak peduli. Tapi yakinlah bahwa aku tidak seperti kelihatannya. Aku juga mendambakan seorang pria yang baik budi, dapat melindungi, setia, mencintaiku apa adanya, membimbingku, mengayomiku dan menjagaku dengan baik. Karena suatu saat aku akan pergi dari kehidupan orang tuaku dan melayaninya sebagai suami.

Pernikahan bukanlah hal yang gampang. Namun, bukan berarti aku tidak berfikir kearah sana. Justru aku begitu mendambakan menikah muda. Tapi, mungkin TUHAN memang belum menggerakkan hatiku untuk tahu siapa yang aku mau. Biarlah TUHAN menunjukkannya nanti disaat yang tepat, disaat hatiku memilih jalannya sendiri. Karena aku lelah menanti, aku lelah berkorban, aku lelah dikhianati, dan aku lelah diperlakukan tidak baik. Tapi tidak semua seperti itu, aku dapat membedakan hati yang tulus atau tidak kepadaku.

Untuk kalian yang menyayangiku, yakinlah bahwa aku juga menyayangi kalian dan peduli dengan apa yang kalian rasakan. Tapi, lihatlah pada masa depan kalian, banyak hal yang bisa kalian raih dibandingkan aku. Mungkin saja saat ini perasaan itu hanya nafsu biasa, hanya keinginan untuk memiliki. Namun, jika itu murni maka yang perlu kalian ketahui “Aku bangga pernah kalian cintai dan sayangi”

-Impian-

Impianku yang baik hati, kukendurkan urat-urat sarafku untuk mengencangkan tekad menuju kearahmu. Betapa keinginan ini sudah membumbung tinggi sejak dulu ketika aku hanya bisa bermimpi. Dan saat ini disaat aku berjuang untuk mengejarmu, maka tolong bersabarlah hingga aku berhasil menggapaimu dan tersenyum untukmu. Karena bagaimanapun, aku hanya punya kamu saat ini. Aku hanya tahu, kau telah menungguku sejak lama di tempat kita bertemu nanti. Tunggulah aku, syank… tunggulah aku disana ketika berhasil meraihmu dan membanggakan mu.

Hah…sepertinya itulah jawaban yang aku temui pada saat “berjalan kaki” pagi ini🙂

15 thoughts on ““Berjalan Kaki”

  1. Hohoo…asa di ada yang curhat gini ya???
    setelah beberapa lama blog ini penuh dengan tulisan – tulisan holiday…
    akhirnya si empunya blog curhat dan galau juga..
    heheh

    tapi saya suka kata – kata mu mbak tentang pernikahan..tentang sosok pria yang engkau idam – idamkan untuk jadi suami mu kelak…
    semoga diberikan dan ditunjukkan yang terbaik…amin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s