Takdir-NYA yang Unik


Pagi ini kita kembali berdiskusi. Sama seperti biasanya kita selalu punya banyak waktu hanya untuk membahas banyak hal mengenai film, buku, cinta, juga hidup.

Hari ini kita bercerita tentang Alexander Supertramp dan Rachel Corrie, dan sedikit menyebut-nyebut Soe (untuk Soe Hok Gie). Orang-orang yang selalu kita anggap mempunyai nilai tersendiri dalam HIDUP dan KEHIDUPAN.

Dan semua MATI MUDA diumur yang mungkin bagi sebagian orang dianggap umur yang sedang produktif dan idealis. Ya mereka idealis. Tapi yah Takdir-NYA memang unik____seperti yang kita diskusikan tadi____mungkin jika mereka semua masih hidup tak akan ada nilai yang INDAH yang tertinggal untuk orang-orang yang mereka tinggalkan bahkan orang-orang yang mengidolakan mereka. SEPERTI KITA.

Alexander Supertramp (Christopher Johnson McCandless) dengan idealisnya meninggalkan ke-metropolis-an keluarga, bahkan kehidupannya yang memang sudah nyaman. Dan mengganti itu semua dengan Tanah Alaska yang akhirnya menjadi saksi kematiannya. Kita punya gambaran yang berbeda dengan bagaimana sosok yang satu ini. Dan kita menghargai pendapat masing-masing. Hingga kita menemukan beberapa titik yang sama atas sosok ini.

Rachel Corrie yang dengan idealisnya berangkat ke Palestina hanya untuk berbagi dengan orang-orang yang teraniaya. Bahkan ia meninggalkan keluarganya yang sedemikian hangat hanya untuk bersama orang-orang membutuhkan pengobatan dan perlindungan atas bom-bom yang tak henti-hentinya menghancurkan rumah bahkan membunuh banyak bayi hingga manula. Dan ia akhirnya menemukan ajalnya ditanah Palestin, yang menjadi saksi atas kejamnya orang-orang yang menabraknya hidup-hidup dengan buldozer dan tak ada yang bertanggung jawab atas itu semua.

Lalu Gie. Yang meninggal di usia muda. Dan berbahagialah dia, dengan pengaplikasiannya mengenai “Nasib terbaik adalah tak pernah dilahirkan Yang kedua, dilahirkan tapi mati muda Dan yang tersial adalah berumur tua Berbahagialah mereka yang mati muda”.  Dan sosok ini melekat dibenakmu hingga kini (aku tau itu). Idealisme, gunung, cinta, pengorbanan bahkan kepeduliannya terhadap bangsa ini telah menjadi nilai yang berbeda pada sosok yang kita sering diskusikan dulu…bahkan mungkin “my little one” yang sering kau sebut untuk memanggilku-pun berasal dari sajak-sajak gie. Karena aku yang begitu benci pengetahuan tentang politik bahkan sesuatu yang berhubungan dengan pemerintahan.

 -PAUSE-

Lalu kita berbicara tentang hidup kita, tentang nasib kita, tentang masa depan kita, tentang kehidupan kita. Kita tak pernah melakukan apa-apa pada itu semua. Kita hanya saling mengejar dengan waktu tapi tak ada yang mengerti KEMANA KITA AKAN DIBAWA-NYA.

Jalan mana yang harus kita tempuh dan jalani dan sebenanya manakah pilihan yang memang dipilihkan untuk kita, ataukah memang kita harus memilih seperti ketiga tokoh tersebut? ENTAHLAH

Lalu bagaimana ujungnya??? kita saling bertengkar dengan hati kita masing-masing. Kita tau, semua ini perlu jalan keluar atas hati, idealisme, keluarga, orang lain bahkan seluruh kehidupan yang terlibat dalam jalan kita yang sudah ditentukan.

Ini masalah takdir kita, Diskusi-diskusi kita, lagu-lagu kita, mimpi-mimpi kita, dan senyum yang kita nantikan dari anak-anak dunia.

Lalu kita ingat quote ini “Happiness only real when shared”. Lalu kau dan aku bertanya satu hal yang sama “Apakah kita akan menamatkan ini dengan indah atau ternyata dengan penyesalan atau bahkan sesuatu yang kita tidak tau”.

Dan pertanyaan baru muncul “Apakah kita akan tetap bersama atau tidak” lalu kita teringat lagi dengan diskusi Alex

Ron Franz: I’m going to miss you when you go. 
Christopher McCandless: I will miss you too, but you are wrong if you think that the joy of life comes principally from the joy of human relationships. God’s place is all around us, it is in everything and in anything we can experience. People just need to change the way they look at things. 
Ron Franz: Yeah. I am going to take stock of that. You know I am. I want to tell you something. From bits and pieces of what you have told me about your family, your mother and your dad… And I know you have problems with the church too… But there is some kind of bigger thing that we can all appreciate and it sounds to me you don’t mind calling it God. But when you forgive, you love. And when you love, God’s light shines through you. 
Christopher McCandless: Holy shit! 

Akhirnya tibalah kamu pada pengakuan bahwa kau sempat menyalahkan TUHAN, kau sempat membenci Takdir-NYA yang masih abu-abu. Dan kita tiba pada hasil bahwa Takdir TUHAN itu UNIK karena sekali lagi aku teringat bagaimana akhirnya TUHAN menyampaikan info-info kecil padamu yang membawaku pada pencapaian mimpi-mimpiku yang sedikit demi sedikit mulai terkabul satu-per satu. Seperti yang sering aku ceritakan dulu, bagaimana kau selalu menganggapku gadis kecil yang lugu yang berbakat menjadi guru. Sampai disitu.

Dan sekali lagi aku mengingatkanmu mengenai Ryonda Bryne dengan Frekuensi takdirnya. Bahwa takdir yang terjadi pada diri kita berdasarkan prasangka dan frekuensi alam yang kita ciptakan sendiri. Dan aku mengaplikasikannya. Dan POWWWW!!! hampir semua mimpi itu jadi nyata, sekarang. Dan aku ingin semudah itu, tak ada perjuangan meski tak mungkin tak ada perjuangan.

Lalu, beberapa pertanyaan lagi muncul, lalu frekuensi apa yang harus kupasang untuk kita berdua??? Untuk segala mimpiku??? untuk semua yang aku cita-citakan dulu???

sumber quote : http://www.imdb.com/title/tt0758758/quotes

4 thoughts on “Takdir-NYA yang Unik

  1. Aku hanya akan menjawab “Ya” untuk pertanyaan terakhir..🙂

    Pada saat kamu telp barusan kami (aku, Nas dan Ustad) sedang berdiskusi tentang cetak biru takdir Allah SWT.. Maaf kalau ga diangkat🙂

    Sedikit tercerahkan tentang “jalan” Nya..

  2. jangan bingung lah cong…aku masih sesemangat dulu kok…kliatan murung mang???sejak kapan aku gak punya semangat yang tinggi…la wong bawel gini wkwkwkkw🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s