Dream Land (posted by someone)


Sebenarnya postingan ini emang dah lama banget ngendap di email saya…awalnya saya diamkan saja,,tapi ternyata saya sadar…tulisan ini mengajarkan saya mengenai “Arti penting sebuah kesederhanaan, ketulusan, harapan dan pentingnya untuk mengungkapkan perasaan serta membicarakan apapun yang terasa dihati…”
Makasie sudah menuliskannya untuk saya -Invisible-
29 September 2011
Ku lihat jam di hp ku, waktu menunjukkan pukul 09.00. Ku sapu sekelilingku dengan pandangan mataku, tidak juga kutemukan sosok yang kucari.
Lobby terminal keberangkatan bandara Soekarno-Hatta pagi ini masih tetap sama seperti keberadaanku di sini sebelumnya.
Bermacam-macam manusia dengan karakter, pekerjaan dan penampilannya masing-masing terlihat di sekelilingku. Ku ayunkan langkah kakiku ke suatu sudut yang menurutku
merupakan tempat yang cocok untuk menikmati teman setiaku sambil mencangklong travel bag ku.
Kunikmati setiap hisapan sambil sesekali melihat sekelilingku sekilas. Tak lama kemudian kutemukan sosok yang kucari dengan gaya dan raut muka nya yang khas.
Kumatikan rokok ku kemudian kuhampiri temanku itu. Seperti biasa, temanku itu terlihat kaget.
“Eh.. elu bang. Kaget gue, gue pikir siapa,” kata temanku.
Aku tersenyum mendengar kalimat yang familiar itu.
“Yuk kita boarding,” ajakku dengan diikuti langkah kaki temanku.
Setelah menunggu beberapa lama, kami berdua telah duduk di dalam pesawat siap menuju ke tujuan.
Akhirnya aku bisa menikmati lagi kebebasanku dari rutinitas selama beberapa hari.
“…. perjalanan ini akan memakan waktu satu setengah jam dengan ketinggian jelajah tiga puluh lima ribu kaki…,” terdengar suara pramugari memberikan pengumuman
di sela-sela pembicaraan temanku yang semangat bercerita.
Selang beberapa lama, terdengar lagi pengumuman dari pramugari, “Selamat datang di Bandara Internasional Ngurah Rai…..”
Yeap… itulah tujuan kami… Bali.
Aku sudah tidak lagi menghiraukan pengumuman tersebut, karena pikiranku sudah membayangkan pengalaman berkesan yang akan kami dapatkan selama di Bali.
Dari bandara, kami menuju ke daerah Kuta untuk mencari hotel tempat kami bermalam.
Setelah istirahat beberapa lama, kami menghabiskan sisa waktu untuk menikmati keindahan pantai Kuta dan sekitarnya.
Akhirnya kami bersiap-siap untuk tidur setelah menghabiskan sekian banyak memory android ku serta baterai tentunya untuk mengabadikan pengalaman kami ini.
Upss… ralat, pengalaman temanku si cewe hyper aktif yang notabene termasuk kategori “lensa jamur” yang tak pernah lelah untuk berpose dan bercerita🙂.
Memang di antara kami sudah ada kode etik fotografi yang menyebabkan kami tidak bisa berpose bersama.
Keesokan harinya kami menghabiskan waktu sepanjang hari di Tanah Lot yang eksotis dengan pura khas Bali yang bertebaran di mana-mana menambah keindahan pemandangan yang
ada.
Hari berikutnya kami menikmati suasana sunrise di Sanur, rumah-rumah tradisional Bali di daerah Bangli kemudian sunset di Uluwatu.
Akhirnya selesai sudah liburan kami di Bali.
Entah sudah berapa banyak foto-foto yang sudah diabadikan. Dan tak terhitung lagi cerita-cerita yang kita bicarakan bersama. Baik itu pembicaraan yang tak jelas ujung
pangkalnya, curhat colongan dan yang seperti biasa kami lakukan adalah canda gurau yang lebih mendominasi hari-hari kami.
Mungkin karena kelelahan, aku pun tertidur tak lama setelah pesawat lepas landas menuju Jakarta.
Aku setengah tersadar ketika aku merasa mendengar deringan dari android ku tersayang.
Sambil menahan rasa kantuk, aku berusaha mencari dimana android ku berada dengan perasaan terheran-heran, karena seingatku aku telah menon-aktifkannya dan aku saat ini
masih berada di pesawat.
Aku tidak bisa menemukan androidku… Aku mulai merasa tidak enak dengan penumpang yang lain…
Akhirnya kesadaranku mulai pulih dan aku mendengar deringan itu berubah menjadi suara ayam berkokok dari androidku.
Kutemukan androidku dan kulihat layarnya. Terpampang dengan jelas di situ
04:44 Fajr
OMG….. ternyata itu alarm pagi hari yang selalu kunyalakan. Dan ternyata ini semua hanya mimpi belaka….
“Bali… Bali… you are trully a dream land,” kataku dalam hati.

2 thoughts on “Dream Land (posted by someone)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s