Hikmah itu…


Sudah tepat 3 minggu setelah kepergian Adira. Banyak hikmah yang hadir dalam hidup kami. Meski terkadang perasaan sedih dan kehilangan itu masih sesekali datang, namun selalu ada banyak hal yang akhirnya menyadarkan saya untuk tidak terlalu berlarut-larut.

***

Terkadang saya merasa bersalah karena banyak sekali tanda-tanda yang datang seakan ingin bicara sebelum kejadian itu terjadi. Mungkin itu yang dinamakan firasat.

Kalau saya boleh mengingat kebelakang, Adira mungkin sering berkomunikasi dengan saya dengan caranya sendiri. Sebulan sebelum kepergiannya, dia sering bergerak ekstrim jika saya tidak mengajaknya ngobrol atau bermain game. Ia juga sering sekali bergerak senang ketika akan bertemu ayahnya sepulang kantor. Dia senang berinteraksi dengan banyak orang dan begitu manja. Pada saat hamil-pun, hal terekstrim yang ingin saya lakukan hanyalah naik gunung dan pergi ke Ujung Genteng. Dimana, di tempat tersebutlah saya bertemu dan berinteraksi pertama kali dengan suami saya pada saat fase pendekatan dulu.

Seolah Adira ingin saya dan suami merasakan kembali kebahagiaan kami pada masa-masa itu, jika suatu saat ia pergi.

Seolah Adira ingin kami kembali merasakan suasana yang pernah ada sebelum dia ada di rahim saya.

***

Sebulan sebelum dia pergi, saya sering mengigau dan berbicara pada diri sendiri didalam tidur saya. Suami saya sering khawatir dengan keadaan tersebut. Karena setiap kali setelah mengigau, saya akan ketakutan dan menangisi sesuatu yang entah apa. Karena saya tidak bisa mengigat apa yang saya impikan atau bahkan yang saya bicarakan dalam igauan saya. Namun, setelah memegang dan mengelus perut saya…saya kembali tenang. Entah mengapa saya selalu merasa kuat setelah bersentuhan dengan Adira.

Seolah dia selalu menyemangati dan memberikan kekuatan pada saya untuk selalu tegar dan tidak takut pada apapun.

***

Beberapa bulan sebelum Adira pergi, banyak hal yang kami lakukan bersama…mulai dari kegiatan Prajab yang harus saya jalani pada masa kehamilan 5 bulan. Dia sangat kuat dan lincah, dia bahkan meminta saya untuk terus-terusan mengaji dikala jam kosong kegiatan. Dia juga mengingatkan saya untuk mengirimkan surah yasin untuk almarhum dan almarhumah kakek neneknya.

Seolah dia memberitahu saya bahwa tempat itu tidak aman. Dan alhamdulillah, kamar saya tidak pernah diganggu seperti kamar-kamar lainnya oleh makhluk halus padahal kondisi saya sedang hamil.

***

Dengan hamil Adira, saya selalu menjadi prioritas. Seperti 4 minggu lalu, saya diberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan Java dikantor tepat seminggu sebelum kejadian. Seandainya saja pada saat itu saya bukan prioritas, mungkin pelatihan saya akan diundur sampai tahun depan.

ALLOH mengatur segalanya dengan sempurna…

***

Selama hamil, Adira tidak pernah membuat saya ngidam hal-hal yang aneh. Dia tidak pernah menyulitkan kami orangtuanya. Bahkan sampai dia dipanggil-pun semua kejadian sudah diatur. Saya tidak bisa membayangkan jika pada saat  pulang dari kantor (pada saat kejadian), saya tidak dijemput oleh suami saya pada malam itu dan menaiki bis menuju rumah. Entahlah apa yang terjadi dengan diri saya.

ALLOH sudah mengatur segala yang terbaik untuk saya Adira. Dan ALLOH memberikan kemudahan dalam panggilannya terhadap anak yang masih suci seperti Adira. Ini menyadarkan saya untuk terus memperbaiki diri mengingat dosa-dosa yang telah lalu.

***

Dipanggilnya Adira memperlihatkan pada saya mengenai kisah sahabat nabi yang ketika ditanya mengenai berapa jumlah temannya, ia menjawab “saya akan menghitungnya ketika saya sakit”. Begitu pula yang terjadi pada saya. Saya tidak menyangka begitu banyak teman dan sahabat serta keluarga yang datang memberikan support baik. Bahkan saya juga tidak menyangka bayaknya tetangga yang bersimpati bahkan memberikan bantuan pada kami dalam mengurusi dan mencari makam, penguburan sampai memandikan mayat. Dan semua itu mereka lakukan tanpa diminta. Bahkan yang lebih mengagetkan lagi, mereka selalu standby dirumah kami hingga penguburan bahkan ketika saya harus cuti penyembuhan pasca operasi.

Seakan ALLOH ingin berkomunikasi dengan saya bahwa ALLOH akan mempermudah maut orang-orang yang taqwa. Bahkan bayi tanpa dosa seperti Adira.

***

Betapa banyak teman-teman yang mengalami hal yang sama dengan saya, ikut berempati. Kebanyakan dari mereka bercerita pada saya apa yang mereka alami. Dan hampir semua cerita lebih berat dibandingkan saya. Mulai dari kakak ipar saya yang harus mengalami keguguran 2 kali dan kehilangan anaknya yang berumur 8bulan. Tetangga saya yang harus di kuret karena anak keduanya berada di tuba falopi yang menyebabkannya kehilangan salah satu tuba falopinya, dan ini menyebabkan ia kesulitan dalam mempunyai keturunan kembali. Teman sekelas saya yang juga anak pertamanya harus dikuret karena tidak berkembang selama dikandungan. Bahkan boss saya yang menceritakan bagaimana ia dan istrinya bangkit dari keguguran pertama dan mendapatkan anak kedua yang ternyata mengalami tuna rungu.Bahkan beliau malah mengajarkan saya ilmu untuk ikhlas dan sering beramal disela-sela kesulitan.

Subhanallah, saya tidak bisa membayangkan betapa mereka lebih sulit cobaannya dibandingkan saya.  Namun, mereka dapat segera bangkit kembali dari semua itu. Dan itu sekali lagi mengajarkan saya untuk tetap tegar dan tidak berlarut-larut.

***

Terima kasih ya ALLOH engkau telah mengajarkan hambaMU untuk selalu bersyukur dan ikhlas atas cobaan yang ENGKAU tau kami bisa melewatinya…dan engkau masih memberikan hikmah disela-sela cobaan tersebut.

Jagalah ia ya ALLOH, jagalah Adira Naila Afifa di sisi-MU. Berikanlah ia tempat terbaik dan jagalah ia sampai pertemuan kami nantinya…hindarkanlah hamba dari segala dosa dan bimbinglah hamba ke jalan yang engkau Ridhoi, agar pertemuan kami kelak menjadi pertemuan yang indah di Syurga.

Hadirkankah keikhlasan dihati kami untuk senantiasa bersyukur dan ikhlas atas segala qada dan qadarMU.

aamiin

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s