Pagi ini aku berada di Venice 2 (Happy Birthday)


Well, setelah sekian lama berkutat dengan tugas, penelitian, tesis, kerjaan dan mengurusi rumah tangga…kayaknya gak ada salahnya buat rehat sebentar untuk menghayal…

Aku membaca kembali tulisanku pada link https://grayrose.wordpress.com/2011/03/11/pagi-ini-aku-berada-di-venice/ lalu kembali menghayati khayalanku, satu demi satu…dimana hari itu aku merasa menjadi seseorang yang tidak pernah kehabisan kata-kata untuk melukiskan kekagumanku dengan Venice…

Dan hari ini, aku mengingat sebuah hari dimana aku berulang tahun sekitar 3 tahun lalu. Aku berharap seseorang mengucapkan “selamat ulang tahun” yang pertama kali. Kami tidak memiliki hubungan apa-apa…tapi aku begitu mengharapkan bahwa ia-lah yang akan mengucapkan kalimat yang kutunggu sejak malam sebelumnya tepat di pukul 00.00.

Semalaman kami berkutat dengan alat komunikasi. Ia memintaku bernyanyi untuknya, mendengarkan aku bercerita panjang lebar mengenai Venice, mengenai Eropa, mengenai Romawi, mengenai Gareth Gates, mengenai banyak hal. Dia memang selalu menjadi pendengar yang baik hingga kini.

“Eva mau dibeliin kado apa?” tanyanya keesokan paginya lewat handphone kembar yang pernah kami beli bersama. Aku merenggut masih mengharap kalimat itu. “Gue tau, Eva pasti ingin dibelikan gitar yang diliat ditukang loak kan?” sambungnya. Aku sedikit tersenyum ternyata dia mencari tau dengan membaca tulisanku pada link https://grayrose.wordpress.com/2010/12/05/daftar-kado-buat-saya/ .

“Pengen sih, tapi sekarang its not my priority.” Sahutku masih masam.

“Ok, sebutin 3 barang yang lagi pengen dibeli secara descending…gue itung sampe 3….3!” Tembaknya

“Ih, gak bisa itung…iyah iyah…pengen ke Venice, pengen dibeliiin kalung pengen dibeliin gitar.”

“Ok, kita ketemu di gramed jam 10 pagi, deal!”

***

Tepat jam 10 pagi aku sudah nangkring di depan Gramed Matraman. Semangkuk mie ayam sedang lahap kusantap tanpa peduli kebisingan Jakarta dan dia yang sudah berdiri beberapa menit disebelahku.

“Jadi gini, makan gak ngajak-ngajak?” Sapanya. “Bang, mie ayamnya satu porsi lagi yah…jangan pake sambal.” Ia duduk disampingku dan menatapku dalam.

“Hari ni gak ada jadwal apa-apa kan?ahhh pasti enggak, buktinya lu milih gue buat ngabisin hari dibanding cowok lain yang mungkin berharap jalan bareng ma lu.”

“Geer” aku menoyor kepalanya.

Tiba-tiba dering teleponku berbunyi. Andi, seorang teman menelpon.

“Selamat ulang tahun, sayang. Kamu dimana?”

“Gramed sama bang Nur.”

“Sip, Hari ini please sempetin waktu buat ketemu yah…bye.”

Dia menggerutu…seakan tau isi pembicaraanku dengan Amdi. Setelah selesai mengunyah habis mie ayam kami, dia menghentikan sebuah taksi yang mengantarkan kami ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Kami menunggu Andi disana.

Selama menunggu Andi, dia mengajakku ke sebuah perpustakaan kecil dan mengambil peta dunia.

“Ayo kita cari dimana Venice. Dan jalan-jalan kesana.”

Aku tersenyum sumringah, dia membukakan peta dunia yang begitu besar dan mencarikanku letak Venice. Tangan-tangan kami beradu diatas peta Eropa, menunjukkan mimpi kami yang ingin berada disana berdua meskipun kami sendiri belum tau, apakah suatu saat kami akan menjadi sepasang manusia yang berada di kanal kehidupan yang sebenarnya atau tidak. Ia kembali mengambil Ensiklopedia mengenai Wisata Eropa, menunjukkan kepadaku mengenai kemegahan Eropa.

Kami tertawa dan bahagia. Hingga Andi datang…kami bertiga mengobrol dan diakhiri dengan ucapan “Selamat ulang tahun” kembali oleh Andi yang membawa gitar tanpa memainkannya. Ah aku tak enak dengan Andi…mungkin hari itu ia ingin memainkannya untukku sebagai hadiah pertemanan kami. Tapi dia memilih untuk meninggalkan aku dan dia berdua menghabiskan hari itu.

***

“So, pilih gitar yang elu suka.” Tembaknya ketika kami tiba kembali di Gramedia Matraman.

“Gue cuma pengen denger lu bilang happy birthday, bang.”

“Just it?”

“Lu udah bawa gue ke Venice…gue gak butuh apa-apa lagi selain happy birthday”

“Happy Birthday…”

Lagu Gareth Gates Mengalun lembut megantarkan kami ke Venice. Aku bahagia dengan kesederhanaan itu. Aku bahagia atas kebersamaan kami yang tak pernah kudapatkan selama ini.

***

Hei mas….kamu masih ingat masa-masa itu?masa dimana kamu Pedekate (kalo kata anak muda sekarang)…Selama aku bersama kamu….aku selalu merasa berada di Keindahan Venice…hope it always be forever..until death do us apart (ngucapin sama-sama)

I Luv U…I Luv Our Adira Naila Afifa too… I Luv u Both!!!

***

Hati-hati dijalan yah my busy man!!! ahhh waktu terasa lambat kalo kamu harus tugas keluar kota kayak gini..Mudah2an ALLOH selalu melindungi kita, melancarkan rejeki kita dan senantiasa memberikan kemudahan atas segala urusan kita aamiin…

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s