Belajar dari Berbagai Sudut Pandang


Postingan kali ini sebenarnya gak ada maksud (demi ALLOH) buat sindir siapapun…kenapa saya bilang seperti itu, karena ada beberapa rekan saya yang tiba-tiba unfriend saya lewat fesbuk, delcon bb dan mungkin nomor hape saya karena saya sempat mengomentari statusnya dan kebetulan ketika saya memasang status terbaru…mungkin saja itu mengena dihatinya sehingga ia tersinggung.

Di tulisan ini saya ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya pada mereka. Saya gak bermaksud untuk menyindir pada saat teman saya tersebut memasang status yang menurut saya terlalu negatif. Dan karena saya seorang teman dekatnya, sehingga saya merasa punya kewajiban untuk mengingatkannya untuk menuliskan status-status yang baik, bahagia dan mengandung ilmu buat yang membaca saja, atau kalau perlu pasang status yang mungkin gak penting seperti lagi makan dimana, lagi jalan2 dimana, lagi sibuk apa…dll. Maksud hati supaya membawa aura positif untuk penulis status maupun yang baca. Terinspirasi dari tulisan ini dan tulisan ini

Ternyata cara saya salah. Saya membuatnya tersinggung. Saya tidak ingin membela diri, saya benar-benar minta maaf, atas cara saya menegur yang memang terlalu blak-blakan dan tidak berfikir dari sudut pandang berbeda.

***

Suatu ketika saya menerima BC pada wasap saya yang mengena sekali, topiknya mengenai “Mengubah sudut Pandang”. Cerita mengenai seorang ibu dengan 4 orang anak dan  seorang suami yang paling tidak suka jika karpet dirumahnya menjadi kotor. Suatu saat atas saran keluarganya, ibu ini akhirnya menemui seorang psikolog. Oleh Psikolog, si ibu disuruh memvisualisasikan karpet yang begitu bersih. Si ibu tersenyum merekah, Lalu tiba-tiba disela visualisasi, sang psikolog menyadarkan bayang si ibu, bahwa disana tidak ada suami serta 4 orang anaknya. Rumah itu demikian kosong. Si ibu tiba-tiba terisak, membayangkan apa yang terjadi pada suami dan anak-anaknya. Lalu sang psikolog mensugesti agar ibu membayangkan kembali karpet yang kotor. Disana suami dan anak2nya hadir. Dan ibu tersenyum kembali. Setelah membuka mata, si ibu sadar yang ia butuhkan ada keluarganya bukan karpet bersihnya.

Kisah ini adalah kisah Virginia Satir, seorang psikolog terkenal dengan teknik NLP (Nerolinguistic Programming)nya. Ada beberapa contoh perubahan sudut pandang yang dilampirkan pada BC tersebut, diantaranya:

1. Untuk Istri yang mengatakan “makan malam ini kita hanya makan mie instan”, karena itu artinya ia bersamaku bukan dengan orang lain,

2. Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa menonton TV, karena itu artinya ia berada dirumah dan bukan di bar, kafe atau tempat mesum

3. Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang banyak hal, karena itu artinya mereka dirumah sdan tidak jadi anak jalanan

4. Untuk tagihan pajak yang cukup besar, itu berarti syukur ALLOH memberikan rejeki untuk kita berpenghasilan

5. Untuk Sampah dan Kotoran bekas pesta yang harus saya bersihkan, karena itu artinya keluarga kami dikelilingi banyak teman

6. Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu artinya saya cukup makan

7. Untuk rasa lelah, capek dan penat dipenghujung hari, karena itu artinya saya masih mampubekerja keras

8. Untuk semua kritik yang saya dengar tentang pemerintah, karena itu artinya masih ada kebebasan berpendapat

9. Untuk bunyi alarm keras jam 4.30 pagi yang membangunkan saya, artinya saya masih bisa terbangun, masih hidup.

***

Lalu teringatlah saya dengan beberapa nasehat jaman dulu, bahwa hal paling berat dalam bersikap itu adalah Three Magic Word (Tolong, Maaf, terima Kasih), menerima kritikan, mengakui kesalahan, meredam emosi, Mengeluh, dll. Pada dasarnya, hal-hal terberat itu bisa kita lakukan asal mengubah sudut pandang kita. Membalikkan diri kita dengan orang lain.

1. Ketika kita mendengar 3 magic words. Tolong untuk sebuah pertolongan yang diharapkan seseorang, maaf untuk kesalahan yang telah orang lain buat kepada kita, terima kasih atas jasa kita untuk orang lain.

2. Menerima kritikan. Setiap mendapat kritikan dan nasehat berfikirlah bahwa orang yang memberi kita kritik dan nasehat tersebut adalah orang yang memperhatikan kita, itu tandanya ia sayang pada kita dan tidak ingin kita salah melangkah. Bukankah ALLOH juga sering menegur kita dengan cobaan agar kita tambah bersyukur dan kembali mengingat-NYA. Bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah kehendak-NYA. Sehingga kita kembali membenarkan ibadah kita.

3. Mengakui Kesalahan. Dengan mengakui kesalahan, bayangkan konflik yang dapat dihindari antara kita dan orang lain. Orang lain akan lebih salut dan respect dengan kita. Karena dengan tidak mengakui kesalahan akan mengundang dosa baru seperti berbohong dan fitnah. Bahkan ALLOH saja menerima taubat orang-orang yang zalim dan berlumur dosa dengan bertaubat. Berarti ALLOH mengajarkan kita bahwa mengakui kesalahan itu baik lho.

4. Meredam emosi. Ini yang paling susah, padahal dengan meredam emosi kita bisa menghindari konflik lebih besar atas masalah yang kita hadapi. Dan dengan meredam emosi, kita lebih tenang dan merasa menang atas diri sendiri. bayangkan kalau yang melihat emosi kita itu adalah anak-anak kita, suami kita, atau teman kita…duhh konflik baru deh buat kita.

5. Mengeluh sih sifat yang manusiawi banget yah kan? saya juga sering mengeluh…setiap mengeluh ke suami…tiba-tiba suami saya bilang “dengan kamu ngeluh, emang ada yang berubah cinta? dengan kamu mengeluh apa kamu merasa nyaman?dengan kamu mengeluh, apa itu gak membuat kamu menyebarkan energi yang negatif ke aku dan anak kita? mendingan kamu ambil wudhu atau makan yang banyak biar gemuk sambil luapin tuh marahnya kamu”

jah….terjawab tanpa saya harus jelaskan-lah yah…

terus saya ambil hape siap-siap bikin status “Kamu mau bikin ngeluh di Sosmed?emang bakalan ada solusi?kamu artis, sampai semua yang kamu rasain, semua orang harus tau?berapa banyak tuh yang kena energi negatif kamu?dan berapa banyak yang bilang ‘mang enak’ atas keluhan kamu?” huawkwkwkwkwwk…

sejak itu mending saya nangis sendiri, atau kalau parah banget yah nangis sama teman curhat (suami) dan nangis abis sholat (kembalikan segala masalah kepada ALLOH), setelah itu ngaji (udah jarang nih). Beuhhh tenang banget rasanya…

Maka, darisanalah saya kembali terhentak. Selama hidup, saya pasti sudah banyak melanggar hal-hal tersebut. Jadi untuk semua orang yang pernah berinteraksi dengan saya dan mungkin merasa sakit atas perlakuan saya…saya ucapkan Maaf-maaf-maaf dari lubuk hati yang paling dalam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s