Saya masih suka berdiskusi


Setiap hari adalah sebuah kesempatan yang luar biasa buat saya. Saya selalu percaya bahwa selalu ada hal-hal baik yang datang kedalam hidup kita disetiap harinya. Salah satunya adalah adalah “sharing knowledge” atau berdiskusi.

Diskusi adalah hal utama yang paling saya senangi. Mengapa? karena didalam sebuah diskusi, saya selalu mempelajari bagaimana seseorang dapat menanggapi sebuah masalah dan selipan ilmu yang terkadang tanpa sadar dibagikan oleh lawan bicara saya.

Tadi pagi contohnya, ketika saya menumpang mobil seorang tetangga untuk menghadiri training System Analyst di daerah Sudirman.

Dalam perjalanan menuju Sudirman, kami banyak melakukan interaksi (berdiskusi) bagaimana cara mendidik anak dengan baik. Dia bercerita mengenai kelebihan-kelebihan menyekolahkan anaknya pada sekolah alam. Bagaimana ia menemukan cara lain mendidik anak meskipun ibu-ibu bekerja seperti kami dapat menemukan solusi lain dalam memberikan pemahaman dan kemandirian anak untuk survive lewat sekolah alam tersebut.

Ia membuka jalan pikiran saya hingga mencapai pemahaman bahwa sekat-sekat kelas dapat membatasi kebebasan dan kreatifitas seorang anak dalam memandang sebuah masalah. Bagaimana anak dapat secara kreatif menemukan ide-ide yang ada didaam pikirannya dan menggabungkan semua itu lewat bakat alias talent yang ada didalam dirinya.

Bahkan anak yang mengalami “Autis” sekalipun dapat mengembangkan talentnya, asal dibimbing dengan orang yang tepat. Dan itu terjadi di sekolah alam tersebut.

Yang paling menarik, ia sempat menceritakan seorang anak yang “gagap” dapat mengembangkan bakat memasaknya hingga mengarang sebuah buku memasak dan “best seller”.

Setelah banyak mendengar beberapa cerita tetangga saya tersebut, saya teringat dengan diri saya. Saya mulai bercerita bagaimana kekhawatiran saya mengenai cara membesarkan anak saya. Betapa khawatirnya saya mengenai bagaimana mendidik anak yang tidak dapat saya bimbing 24jam/hari karena jam kerja saya dikantor. Saya takut anak saya kekurangan perhatian dan tidak mendapatkan arahan yang tepat baik dari segi linbgkungan maupun sekolah.

Saya juga bercerita bagaimana akhirnya saya tidak menemukan cara dalam menyalurkan bakat saya hingga saya menjalani sesuatu yang tidak sepenuhnya saya senangi. Bagaimana akhirnya saya menjalani sesuatu yang tidak 100% saya impikan. Bagaimana Ekspektasi saya mengenai masa depan ketika saya masih kecil. Dan itu semua karena saya tidak berhasil menemukan penyaluran bahkan menemukan bakat itu sendiri.

Dan saya tidak ingin itu terjadi pada anak saya.

Diskusi yang kami jalani selama satu setengah jam itu berakhir pada ruangan kantornya yang membuat saya sekali lagi mengingat detil-detil mimpi-mimpi saya semaca kecil.

Ruangan itu kira-kira seluas 10 x 15 meter. Terdapat bangku dan meja yang melingkar ditengahnya. Bangku dan meja ini dikelilingi rak dengan sejumlah buku dongeng dan ensiklopedia anak-anak didalamnya. Sekitika saya tertegun. Ruangan inilah yang pernah saya impikan semasa kecil dulu. Dimana saya dapat duduk ditengah-tengah perpustakaan mini dengan banyak buku. Saya dapat berdiskusi mengenai apapun didalamnya dengan teman, suami dan terutama anak-anak saya, ditengah-tengahnya.

Betapa saya ingin bercerita pada mereka bahwa saya menikmati kehidupan saya sebagai penulis, pendongeng dan a “good reader”. Betapa saya ingin mendengar mereka bercerita mengenai buku-buku yang pernah mereka baca. Bagaimana cara mereka memvisualisasikan apa yang mereka baca. Sedangkan saya duduk dengan rapi mendengar dan kembali berdiskusi.

Saya rasa ia memerhatikan pikiran-pikiran saya dan berkata. “Ada banyak buku sample yang bisa saya kasih free. Sepulang kantor, saya akan bawakan beberapa buku dongeng untuk suatu saat anakmu baca serta buku yang pernah saya janjikan untukmu. Percuma kamu punya tetangga penerbit kalau saya gak bisa kasih kamu buku gratis.”

Saya tersenyum dan merangkai kembali mimpi saya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s