Critical Eleven


Setelah hampir setahun yang lalu menulis di blog ini…dan akhirnya saya menulis di sini lagi.

Kenapa mutusin nulis lagi? ngapain ajah selama ini?

Yah, ternyata balik lagi…terkadang menulis menjadi teman pelampiasan curhat yang “paling asik” tinggal ketak-ketik di keyboard…dan gak sadar ternyata hasil tulisannya awur-awuran gak tertata tapi melegakan karena dia ngalir gitu aja.

Beda dengan ketika saya nulis cerpen, nulis tesis dan nulis buku. Semua ada rule-nya.

Yah beberapa tahun ke belakang, saya lagi sibuk banget sama tesis dan nulis 2 buku. Sibuk kerjaan jugak, tapi saya pikir gak usah di jadikan itungan karena emang itu rutinitas wajib. sama halnya dengan mengurus krucils…semua rutinitas…

Akhirnya hobi nulis cerpen dan baca novel saya tinggalkan. Entah berapa banyak novel yang saya beli, tapi belum disampul dan dibaca…ah ya sudahlah yah…everything has changed…saya nggak bisa juga memaksakan sesuatu yang bukan prioritas…

Sampai akhirnya saya merasa lost…ada hal kecil yang saya tahan, hal kecil itu berhari-hari bersarang dan akhirnya menjadi masalah yang besar…

Bukan berarti im not ready for this… tapi ternyata saya butuh pelampiasan..yah bagi sebagian orang pasti akan bilang “sholat” atau “ngaji” sebagai solusi…yah saya tahu itu solusi terbaik…tapi to be honest, terkadang ada masa dimana kadar keimanan kita sedang menurun bersamaan pada saat kita juga menghadapi masalah…jadi, ternyata saya masih butuh sesuatu yang mengeluarkan emosi-emosi yang tak terdefinisi ini.

So, kebetulan kemarin saya coba download film “critical eleven” di Hooq. Sudah lama saya tertarik untuk nonton. Tapi, baru kemarin kesampaian.

Ternyata hati saya kacau sekali setelah menonton film tersebut. Film tersebut menyadarkan banyak hal kepada saya…

Menit-menit awal hingga pertengahan, sudah pasti mengingatkan saya dengan kejadian ketika saya kehilangan anak saya (Adira)  hampir mirip sekali ceritanya…yah memang begitulah seorang penonton…pasti mencari-cari kemiripan cerita hidupnya dengan film yang ditontonnya.

Namun menit-menit pertengahan sampai akhir… saya linglung…saya berusaha mencari-cari pegangan. Tangis saya pecah. Sepertinya emosi ini ingin cepat-cepat keluar.

Lalu saya coba nikmati setiap detik-detik film…saya reka-reka bagaimana saya sempat melalui semua hal yang diceritakan pada film.

Tentu saja berbeda.

Tapi, ada hal lain yang saya sadari dan terjadi pada saat itu. Ada yang tidak beres dengan hati saya. Ada yang tidak beres dengan perasaan saya. Ada yang belum tuntas.

Saya berusaha mencari tahu, saya tak punya satu alasan-pun untuk saya sebutkan.

Sampai saya sadar, sebenarnya saya tahu tapi saya diam. Terpaksa diam lebih tepatnya.

Saya sadar betul ada trauma yang begitu sulit saya maafkan…

Ada trauma yang menyebabkan saya demikian benci dan tak bisa mengikhlaskan….

Ada trauma yang membuat saya ingin berkata-kata kasar…

Intinya saya butuh melampiaskannya…

Dan semua itu terpanggil pada saat saya merasa lelah, sakit atau mood yang tidak jelas. Yah, tentu kalian bisa membayangkan akan seperti apa jadinya terutama ketika hal-hal tersebut tak bisa dilampiaskan…

Lalu apa hubungannya dengan film ini?

Film ini menyadarkan saya bahwa selama ini sebagai seseorang yang extrovert, saya sangat-sangat introvert mengenai apa yang terjadi di diri saya. I can’t tell anyone meskipun itu dengan suami saya. Mengapa? karena saya berharap semua orang terdekat saya “mengerti dengan sendirinya”. Saya tau itu salah… tapi saya selalu merasa tidak adil rasanya kalau saya membagi ini…

so, biarkan saja tulisan ini menjadi tulisan yang gak jelas…biarkan saja saya melampiaskan sesuatu yang mungkin tak pernah bisa saya jelaskan.

Mungkin dengan begini…saya lebih sedikit lega 🙂

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s