Jokka-Jokka Sehari Ri Mangkasa


Memenuhi #1Hari1Tulisan #7harimenulis #sevendayswritingchallenge #CLif dari Rendy Satya Padmanaba

###

Happy New Year, gengs! ciehh yang habis liburan…yang habis travelling…pasti sekarang sudah semangat buat bikin rencana travelling lagi, ya kan? Nah, berhubung masih suasana liburan, eike akan share tempat wisata yang bisa kamu kunjungi dalam sehari. Makassar. Yuk kita Cuss.

###

Travelling memang tidak pernah surut yah, gengs! Asal punya handphone dengan pixel yang lumayan dan akun instagram yang aktif posting foto-foto liburan yang kece, siapapun bisa jadi celebgram. Sudah tidak penting seberapa jauh dan susahnya medan lokasi wisata, asal bisa cari angle yang pas, penggunaan hashtag  dan caption yang oke, swafoto yang sedikit menipu, love instagram bisa membludak. Kids jaman now pasti paham seberapa pentingnya instagram untuk hidupnya.

Nah! berhubung masuk ke tahun 2018, sudah barang tentu hal pertama yang akan dicari di kalender adalah tanggal merah. Terutama tanggal merah yang nempel ke hari Jumat atau ke hari Minggu. Rencana liburan pasti sudah ditentukan dan jadi resolusi wisata atau bahkan sudah jadi jadwal piknik 2018.

Sudah pernah ke Makassar gengs? Kalau belum, mari kami ajak jalan-jalan sehari ke Makassar (Jokka-jokka sehari ri Mangkasa).

Makassar yang dulu dikenal sebagai Ujung Pandang ini menyimpan pesona yang luar biasa terutama laut dan sejarahnya. Tapi jangan khawatir, untuk kamu yang cuma punya waktu sehari di ibukota Sulawesi Selatan ini, kami akan berikan tips dan itinerary yang cukup untuk menuhin instagram kamu.

Pertama, booking hotel sebelum tiba di Makassar. Ini lumayan menghemat waktu kamu untuk mencari hotel setelah tiba. Kedua, menginap-lah di lokasi yang menjadi central dari semua wisata, misalnya daerah pantai Losari. Kamu bisa pilih hotel dengan rate yang variatif kalau kamu pesan sebelum berangkat. Ketiga buat-lah itinerary yang sudah mencakup wisata alam setempat, wisata kuliner dan wisata oleh-oleh. Keempat, jangan lupa handphone tercanggih-mu yah.

Kita mulai jalan di pagi hari. Waktu yang pas buat berenang cantik di pantai. Saatnya menikmati pulau Samalona dan pulau Kodingareng Keke. Berangkat menggunakan kapal nelayan dengan tarif 500-700rb (tergantung negosiasi), kita bisa berangkat dari dermaga di seberang Fort Rotterdam.

IMG-20160629-WA0054

Pulau Samalona

Pulau Samalona punya pesona yang luar biasa meskipun menghabiskan 30 menit perjalanan. Pasirnya putih dan bersih. Air lautnya jernih. Terumbu karang dan ikan nun jauh di dalam laut, bisa terlihat sangat jernih. Penginapan-penginapannya juga didesain sangat instagramable. Sehingga dari kejauhan sebelum merapat, jangan lupa ambil angle foto yang bagus. Sempatkan juga mengambil pemandangan bawah lautnya sambil snorkeling.

IMG-20160629-WA0038

Pulau Kodingareng Keke

Lelah berenang-berenang di Samalona, cuss kita berjemur di pulau yang pasirnya berwarna agak merah muda. Pulau Kodingareng Keke. Pulau yang bentuknya sangat unik dan tidak berpenghuni. Ups! Sebenarnya berpenghuni. Penghuni pulau ini sebenarnya beberapa kawanan kucing yang entah bagaimana bisa hidup dan berkembang biak di sini. Pulau ini cuma menghabiskan 20 menit perjalanan laut dari pulau Samalona. Pulau ini memiliki menara yang tinggi dan dermaga yang indah, gengs! jangan lupa ambil foto terbaikmu sebanyak-banyaknya. Terutama papan peringatan bagaimana snorkeling yang benar. Share, supaya jadi atensi untuk wisatawan lain yang ingin berkunjung ke sini.

IMG-20160629-WA0044

Dermaga Pulau Kodingareng Keke

4

3.jpg

Setelah bermain-main di pulau, kita melipirkan kapal ke dermaga kembali. Nah, berhubung tempat wisata terdekat dermaga adalah Fort Rotterdam, ayo kita hunting-hunting foto di benteng-bentengnya yang keren.

IMG-20160629-WA0067

Fort Rotterdam

IMG-20160629-WA0071

Benteng Fort Rotterdam

Berdasarkan dari miniaturnya, benteng yang dibangun pada tahun 1545 oleh raja Gowa ke-9 ini berbentuk seperti seekor penyu yang akan turun ke lautan, lho. Ini sesuai dengan filosofi bahwa Penyu dapat hidup di darat dan laut, dengan harapan agar kerajaan Gowa dapat berjaya di darat maupun laut. Benteng-bentengnya dibangun menggunakan batu padas dari pegunungan Karst, yang sebelumnya hanya dibangun dengan material tanah liat. Wah, ini baru namanya wisata sejarah. Nah, untuk memperdalam pengetahuan mengenai sejarah kebesaran Makassar (Gowa-Tallo) silahkan mampir juga ke Museum La Galigo sekaligus membeli pernak-pernik hasil karya penduduk sekitar, yah.

IMG-20160629-WA0076

Sudah lapar? Saatnya makan makanan khas Makassar. Kita melipir sedikit ke Jl. Bali. Mie Anto, itu spanduk yang tertera di depan warung mie titi. Mie kering Makassar yang disiram kuah kental panas dengan daging ayam, sayur dan udang. Wah, ini makanan yang enak sekali.

1.jpg

Setelah puas makan, mari melihat indahnya sunset pantai Losari. Siapkan kamera dan ambil foto silhouette yang keren sambil menikmati pisang epe yang luar biasa di depan pantai. Silahkan pilih topping yang pas. Gula merah alias original, durian, cokelat, keju, ah pokoknya enak semua. Wah indahnya dunia. Sempatkan beli oleh-oleh kain tenun, madu dan sebagainya di sekitaran Pantai Losari yah. Selanjutnya, jangan lupa melipir ke sisi kiri Pantai Losari untuk merasakan wisata religi juga, guys. Ada apa di sana? Ada mesjid apung. Mesjid Amirul mukminin. Sempatkan bersyukur atas kenikmatan dunia yang hampir seharian kita rasakan.

2.jpg

Selanjutnya, kita makan-makan lagi!. Kali ini kita mencoba Pallubasa. Makanan yang bahan utamanya adalah isi perut sapi atau kerbau.

5

Menariknya, Pallubasa ini disajikan panas-panas dan dituangkan kuning telur yang masih mentah. Jadi, bisa dibayangkan kuahnya yang kental sekali. Pallubasa yang terkenal ini bisa kita kunjungi di Jl. Serigala. Nah, yang perlu diperhatikan, jangan lama-lama yah makannya, karena di belakangmu pasti sudah ada orang-orang yang mengantri.

7Mengakhiri wisata kita yang hampir seharian, mari sempatkan foto-foto di Monumen Mandala pembebasan Irian Barat di malam hari. Kenapa malam? Karena lampu-lampu warna-warni akan menyoroti monumen ini. Sehingga kita bisa mengambil banyak hasil foto yang bagus-bagus di sini. Jangan lupa juga untuk mengingat sejarahnya. Monumen empat lantai ini dibangun untuk memperingati perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kembali Irian Barat (Papua) dari tangan penjajah Belanda pada tahun 1962. Monumen ini ada di jalan Jenderal Sudirman, yah.

Wisata pulau sudah, wisata sejarah sudah, wisata religi sudah, wisata kuliner sudah, saatnya membeli oleh-oleh. Jalangkote dan Lumpia Lasinrang, boleh di coba. Jalangkote ini agak mirip dengan pastel, hanya kulitnya lebih tipis dan di makan menggunakan sambal cair campuran cuka dan cabe. Isiannya daging, sayuran, kentang, telur rebus dan mihun. Nah, kalau lumpianya berisi bengkoang, jadi cocok untuk kita-kita yang tidak suka aroma rebung yang menyengat.

Nah, lengkap sudah jalan-jalan sehari kita di Makassar. Semoga menginspirasi dan instagramable, yah. Jangan lupa setiap berwisata, untuk tetap melestarikan keindahan dan Keep It Clean, guys!
Oh iya, sebagai gambaran lokasi, eike coba share peta wisata Makassar supaya gak nyasar.

Peta Wisata

Credit Foto: @sevtiandy
Peta Wisata: @evamaulinaaritonang

Sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Makassar

http://mylife19990411.blogspot.co.id/2015/05/laporan-penelitian-di-benteng-rotterdam.html

http://www.arsy.co.id/2016/03/monumen-mandala-pembebasan-irian-barat.html

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s