“Ayah, itu apa?” dan kami terdiam


Memenuhi #1Hari1Tulisan #7harimenulis #sevendayswritingchallenge #CLif dari Rendy Satya Padmanaba

Tulisan berikut ini saya buat karena terinspirasi oleh nessie judge. Ketika saya menonton salah satu videonya yang membahas “video TERSERAM anak kecil DIHANTUI! #NERROR”. Jadi, buat para penggemar konten #nerror, silahkan menyimak kisah berikut.

###

Kata orang, anak yang masih balita itu…masih terbuka mata batinnya. Tapi, kalau sudah lumayan gede, gak ilang-ilang jugak… itu artinya BAKAT

Kalimat seperti ini bikin kita merinding gak sih? kalau saya, IYA.

Saya minim pengalaman mengenai indigo, mata bathin, prediksi dan semua hal berbau supranatural (bukan berarti gak pernah, tapi gak expert). Tapi, ketika hamil dan memiliki anak…ternyata saya harus familiar dengan hal-hal berbau hal-hal ini dan saya harus familiar dengan cerita-cerita mengenai tanaman yang disebut “bangle” alias Zingiber cassumunar. Si tanaman yang “katanya” penangkal setan.

Awalnya memang harus diakui bahwa sebelum menikah, saya sesekali bisa membaca pikiran seseorang atau bahkan memprediksi banyak hal bahkan sesuatu yang akan terjadi beberapa jam ke depan. Tapi, saya tidak pernah bisa menyimpulkan apa-apa yang di maksud dengan vision-vision tersebut. Misal, saya pernah memprediksi bahwa suatu hari saya akan mengalami luka panjang di perut saya, saya terbaring di suatu rumah sakit dan mama mendampingi saya. Saya memprediksi bahwa pada saat itu saya akan mati muda. Kenyataannya, saya mengalami keguguran dan operasi sesar dengan jumlah tranfusi darah sebanyak sepuluh kantong. Saya juga pernah diberikan vision bahwa ada anak laki-laki berumur dua tahun yang saya timang-timang, saya bertanya kepadanya “Kakak mana, sayang?” dan ia menjawab “Di surga, Bu.”. Sembilan bulan dari vision tersebut, saya mengetahui bahwa anak kedua saya berjenis kelamin laki-laki.

Pengalaman supranatural tidak sampai di situ saja. Kehamilan almh. anak perempuan saya tersebut juga menyisakan banyak kisah-kisah ajaib. Kisah di mana saya tidak bisa membedakan intuisi, firasat atau khayalan belaka.

Kejadian tersebut bermula ketika kandungan saya berusia enam bulan. Saya harus mengikuti Prajab di sebuah pusdiklat di daerah Parung. Saya adalah salah satu orang yang tidak pernah mendapat gangguan jin, selama mengikuti prajab. Sedangkan teman-teman lainnya mengalami kesurupan, penampakan, gangguan fisik maupun mental. Saya hanya berfirasat bahwa bayi dalam kandungan saya selalu menyuruh saya untuk mengaji di setiap waktu kosong. Bayi ini pula yang selalu memberikan sinyal untuk saya tidak mengikuti beberapa kegiatan sehingga saya terhindar dari hal-hal buruk yang teman-teman saya saksikan. Selebihnya, Bayi yang saya beri nama Adira ini juga memberikan tanda-tanda ketika ia akan meninggalkan saya untuk selama-lamanya. Perdebatan yang selalu hadir pada igauan-igauan saya di malam hari. Igauan yang sering saya akhiri dengan tangisan yang membuncah. Tangisan seorang ibu yang akan kehilangan anaknya.

Nowadays, anak kedua saya menunjukkan tanda-tanda yang sama. Tanda-tanda di mana ia dapat merasakan kehadiran makhluk-makhluk supranatural. Itulah yang menjadi tantangan terberat saya sebagai orangtua.

Awal ia lahir ke dunia, banyak hal-hal gaib terjadi di rumah kami. Sebut saja gangguan bersifat fisik, terutama ketika menjelang adzan Isya. Hal terseram yang terjadi adalah ketika dua buah kontainer berisikan tools (kunci inggris, bor, dan alat berat lainnya) jatuh dari lantai atas dapur kami, mesin cuci yang tiba-tiba menyala sendiri, bouncer yang bergoyang-goyang sendiri dan sebagainya.

Ini tidak lebih seram ketika kami mengetahui anak ini tidak bisa membedakan mana manusia, mana sesuatu yang sering kita sebut dengan hantu. Mari kita sebut ia begitu, karena saya tidak bisa membedakan jin, setan atau hantu (sebenarnya karena saya nggak mau tahu).

Suatu ketika, di pagi buta. ketika jam dinding menunjukkan pukul 03.40, anak saya terbangun dan berlari ke arah pintu kamar depan yang tertutup dan tidak ada siapa-siapa di dalamnya. Saya dan suami terbangun. Kami berpikir bahwa mungkin ia tidur sambil berjalan (sleep walking), namun ketika kedua tangannya mengulur ke depan…ia tiba-tiba berkata “ndong (gendong)” sambil merengek ke arah pintu yang tertutup. Kami berdua spontan menariknya.

Kejadian seram yang kami alami tidak sampai di situ saja. Ketika ia telah dapat berbicara dengan jelas. Ia sering menanyakan hal-hal yang ia lihat dan kami tidak lihat dengan kalimat “Ayah Itu apa?”. Can you imagine what we should explain? sedangkan kami tidak bisa melihat apa-apa.

Kepintaran anak tentu semakin berkembang. Ia sudah dapat mendeskripsikan apa yang ia lihat. Kemampuannya dalam mendeskripsikan sesuatu, juga mulai bertambah. Ia mulai dapat membedakan apa itu badut dan apa itu ondel-ondel. Kalian bisa bayangkan berapa banyak malam yang kami habiskan untuk sekedar mendengarkan ia berkata “Ayah! Ibu ada ondel-ondel”, sedang kami cuma bisa terdiam dan membayangkan tinggi, rupa serta bagaimana si makhluk ini terlihat di mata anak kami. Saya juga sudah mulai terbiasa ketika ia berkata “Ibu, ada kakak nangis di depan pintu. Eh, sekarang kok kakak ketawa bu?”. Kalian tentu dapat menyimpulkan apa yang anak saya lihat. Hoho. Kalian juga tentu bisa menyimpulkan ketika anak saya berteriak “Ibu, ada setan!” bagaimana ia bisa mengetahui dan mendeskripsikan kata tersebut sedangkan ia baru berusia 2 tahun setengah.

Jika kalian bertanya, apakah anak saya pernah mengalami gangguan? yess, ia akan menangis ketika ia merasa makhluk-makhluk itu mencoba berkomunikasi atau bahkan menyentuhnya. Jangan ditanya bagaimana kami tahu, karena anak kami memang menunjukkan tanda-tanda itu. Bagaimana cara mengatasinya? Saya cuma berdo’a dan meniatkan agar Alloh melindunginya. Yah, anak saya akan kebanjiran ayat kursi, surat Al-Ikhlas, Surat Al-Falaq, Surat An-Nas dan surat-surat lain yang saya bisa.

Saya nggak tahu sih berapa banyak orangtua di luar sana yang juga mengalami hal-hal seperti saya. Tapi pesan saya, jika anda mengalaminya…BERANI-lah! lakukan apapun semaksimal mungkin yang kita bisa. Sekian.

 

 

One thought on ““Ayah, itu apa?” dan kami terdiam

  1. Pingback: 5 Kejadian Terseram Sepanjang Hidup | Spirito!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s