Tiga puluh tahun


Tiga puluh tahun mencari,

Tiga puluh tahun menanti,

Tiga puluh tahun berjuang menikmati hari.

Masih terlintas rasa ingin mencicipi,
selembar keju kenamaan dalam balutan selembar roti.

Keinginanku tak besar.

Hanya rasa asin hasil fermentasi.

Tiga puluh tahun hampir berlalu.

Jenis keju sudah tidak terfokus pada lembaran roti.

Ayam panggang dengan saus madu korea, kini disirami lelehan keju.

Bak lava yang turun menjilat tiap sisi.

Keju ini memabukkan.

Tapi tidak se-spesial dulu.

Ketika seorang remaja seumurku
mengigit tiap bagian roti berisi keju,
dan aku menelan ludah.

Oh hidup tak selamanya mudah.
Kita berani menghargai atau justru berani melupakan bahkan membuangnya.

Ah, tiga puluh tahun sudah…

Tiga puluh tahun aku menanti…

Tiga puluh tahun aku mencari…

Sebuah kenangan yang menghantarkan rasa tiga puluh tahun ini…

Sebuah rasa tuk mengakui…

Aku tetap mencintai makanan kuning ini…

Selamat tiga puluh tahun pecinta keju sejati…

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s