Teman Dengan Sifat Iri

Ada waktu-waktu tertentu dimana saya dan suami cuma duduk berdua didepan teras rumah. Biasanya dia akan memegang sepuntung rokok dan kopi, sedangkan saya memegang coklat batang atau sekedar menikmati malam.

Kebiasaan ini sering kami lakukan sejak menikah.

Kebanyakan dari diskusi kami adalah membahas soal hidup, soal masalah yang sedang dihadapi atau karakter-karakter teman yang kita temui sehari-hari.

Beberapa minggu lalu, saya membahas sifat yang paling sering saya temui yaitu Teman dengan Sifat “IRI”.

Orang dengan  sifat ini punya karakter:

  1. Suka membandingkan pencapaiannya dengan orang lain
  2. Suka merasa apa yang dikerjakannya lebih banyak dibanding orang lain
  3. Suka merasa bahwa dia memiliki keunggulan yang luar biasa dibandingkan orang lain
  4. Suka menjelek-jelekan temannya (menyebarkan kebencian) kepada orang lain demi menutupi kelemahannya
  5. Banci tampil
  6. Menghambat/menjatuhkan karir temannya
  7. Menghancurkan image temannya didepan teman lain atau boss
  8. Fitnah
  9. Suka mencari tau (memata-matai) apa yang sedang kita kerjakan (kepo)
  10. dbs.

Terkadang jujur, manusiawi sekali jika kita bertemu dengan orang-orang dengan sifat ini, tentu membuat emosi.Padahal teman semacam ini tidak pernah mengenal kita lebih dalam, tidak pernah kita persulit dan tidak pernah kita jatuhkan.

Tapi, suami saya selalu berkata…

“Ingatlah Tuhan tidak pernah tidur. Lihatlah takdirnya bekerja…apakah kamu tidak sadar bahwa kemudahan-kemudahan yang kita rasakan sekarang adalah buah dari kesabaran.

Tahukah kamu bahwa orang-orang itu sebenarnya harus kamu kasihani?”

Saya menyernyit jika pertanyaan itu muncul.

“Bahwa orang-orang dengan sifat iri, biasanya tidak dapat menemukan kebahagiannya, kekanakan dan tidak pandai bersyukur. Sekarang mana yang harusnya kamu kasihani? dirimu atau diri mereka?”

Saya mengerti sekarang…

Jadi, teman-teman…jika kalian mengalami hal yang sama…silahkan luapkan emosi anda pada tempatnya (pundak suami misalnya, jika belum punya bisa ke adik kakak atau ayah bunda) dan ingatlah pesan dari suami saya tersebut…Selanjutnya Diam, bersabar dan abaikan mereka. Jangan lupa memberikan penghargaan pada diri anda karena telah berhasil melewatinya dengan bijak. Tetaplah menjadi orang baik.

Salam damai dan bahagia..

Advertisements

Saya masih suka berdiskusi

Setiap hari adalah sebuah kesempatan yang luar biasa buat saya. Saya selalu percaya bahwa selalu ada hal-hal baik yang datang kedalam hidup kita disetiap harinya. Salah satunya adalah adalah “sharing knowledge” atau berdiskusi.

Diskusi adalah hal utama yang paling saya senangi. Mengapa? karena didalam sebuah diskusi, saya selalu mempelajari bagaimana seseorang dapat menanggapi sebuah masalah dan selipan ilmu yang terkadang tanpa sadar dibagikan oleh lawan bicara saya.

Tadi pagi contohnya, ketika saya menumpang mobil seorang tetangga untuk menghadiri training System Analyst di daerah Sudirman. Continue reading

Tulislah dan kau akan membuka jendela!

Asma Nadia

Asma Nadia

Hari ini saya berkesempatan untuk ikut dalam workshop penulisan pada instansi tempat saya bekerja. Senang sekali rasanya bisa ikut andil dalam workshop tersebut. Selain menjadi anggota CLiF (Customs Literasi Forum), bertemu dan mendapat ilmu dari Kang Abik (Habiburrahman El Shirazy) dan Asma Nadia, tulisan saya juga terbit dalam buku bertajuk “Derap Pengabdian”.

Continue reading

Hilmi Abdala

Hilmi Lahir Ke Dunia

Sudah 2bulan 5hari sejak kelahiran anak saya yang kedua…dan baru sempat memposting berita kelahirannya pada blog ini.

Tepat ditanggal 7 Agustus 2015, seorang anak laki-laki telah lahir dari rahim saya dengan proses cesar. Prosesnya teramat singkat, teramat unik.

Bayangkan saja, saya harus menyaksikan bagaimana perut saya dirobek dengan pisau sayat, ¬†lewat pantulan besi lampu besar yang tergantung tepat diatas saya. Setiap sayatan dan darah yang keluar dari kulit atas hingga kulit dalam perut ke rahim, saya lihat dengan mata kepala saya secara sadar. Ngeri? wahh…anehnya tidak…Padahal sebelum melahirkan saya sempat stress membayangkan kalau-kalau saya meninggal pada saat melakukan operasi. Secaranya, pada bulan-bulan tersebut, banyak sekali yang nge-share berita-berita tentang meninggal pada saat cesar dan prosesi cesar yang ngebuat saya mati gaya dan speechless.

Continue reading

Belajar dari Berbagai Sudut Pandang

Postingan kali ini sebenarnya gak ada maksud (demi ALLOH) buat sindir siapapun…kenapa saya bilang seperti itu, karena ada beberapa rekan saya yang tiba-tiba unfriend saya lewat fesbuk, delcon bb dan mungkin nomor hape saya karena saya sempat mengomentari statusnya dan kebetulan ketika saya memasang status terbaru…mungkin saja itu mengena dihatinya sehingga ia tersinggung.

Di tulisan ini saya ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya pada mereka. Saya gak bermaksud untuk menyindir pada saat teman saya tersebut memasang status yang menurut saya terlalu negatif. Dan karena saya seorang teman dekatnya, sehingga saya merasa punya kewajiban untuk mengingatkannya untuk menuliskan status-status yang baik, bahagia dan mengandung ilmu buat yang membaca saja, atau kalau perlu pasang status yang mungkin gak penting seperti lagi makan dimana, lagi jalan2 dimana, lagi sibuk apa…dll. Maksud hati supaya membawa aura positif untuk penulis status maupun yang baca. Terinspirasi dari tulisan ini dan tulisan ini

Continue reading