spirito !!!!,

qualunque cosa tu faccia …. avete per tenerli in piedi e

hihihi November 19, 2009

Diarsipkan di bawah: CURHATAN — grayrose @ 10:39 am

hari ini abis panggilan interview didaerah palmerah…wkwkwkwkw

 

ketemu sama teman NF yang dah lama nggak ketemu

 

wakakakaka ternyata dunia sempit juga yakkk wkwkwk :D

 

2012 & Rokezzz November 18, 2009

Diarsipkan di bawah: latest movie information, sosial or we ostensibly do not know — grayrose @ 3:31 am

wow..seruuu kemaren sehabis interview diPluit..15 orang anak swadharma nonton 2012 di Gajah Mada…so far, keren banget efeknya…kalo dari segi cerita sih, yahh standar filmnya orang luar yang mengedepankan sisi humanisme dan how to respect your family ajah..standar

 

tai efeknya mantaffff…saluttt :P aku setuju dengan segala aspek seleksi alam yang dibicarakan…mulai seleksi masalah percintaan, seleksi kehidupan sampe seleksi seorang ayah wkwkwkww… :D

 

terkadang ketika kita harus terpaksa merasa kehilangan justru disanalah kita merasakan pernah memilikinya…setuju saa kang NOE

 

dan itulah yang diangkat oleh beberapa keluarga yang terlibat didalamnya…

 

terus juga untuk masalah keegoisan dan ambisi menjadi seorang pemimpin…aduhhh beneran deh ternyta sifat tersebut gak manusiawi banget…

 

dan pesan morilnya, ada diakhir cerita…disaat menit2 terakhir mereka harus menyelamatkan diri, sedang banyak warga yangtidak dapat naik kapal menghindari kiamat kecil tersebut… wow…

 

mantafff lah… tuh kan orang amerika ajah tau kemanusiaan..sedangkan kita? liat deh contoh ditransportasi Indonesia, masih banyak tuh yang nggak mau ngalah sama ibu2 hamil…hayoo kalo ntr tiba2 melahirkan disitu siapa yang mau tanggung jawab??

 

yah kan???come On we are family..! kalimat tersebut terlontar beberapa kali difilm…kenapa sih nggak kita aplikasiin ajah????bukankah kita semua sama2 keturunan nabi Adam???

 

berarti kita semua keluarga lohhhh

 

evanescence-Lithium November 15, 2009

Diarsipkan di bawah: lirik lagu — grayrose @ 9:03 am

Evanescene – Lithium

Lithium, don’t want to lock me up inside
Lithium, don’t want to forget how it feels without
Lithium, I want to stay in love with my sorrow
Oh… but God I want to let it go

Come to bed, don’t make me sleep alone
Couldn’t hide the emptiness you let it show
Never wanted it to be so cold
Just didn’t drink enough to say you love me

I can’t hold on to me
Wonder what’s wrong with me

Lithium, don’t want to lock me up inside
Lithium, don’t want to forget how it feels without
Lithium, I want to stay in love with my sorrow

Ooh!

Don’t want to let it lay me down this time
Drown my will to fly
Here in the darkness I know myself
Can’t break free until I let it go
Let me go

Darling, I forgive you after all
Anything is better than to be alone
And in the end I guess I had to fall
Always find my place among the ashes

I can’t hold on to me
Wonder what’s wrong with me

Lithium, don’t want to lock me up inside
Lithium, don’t want to forget how it feels without
Lithium, stay in love with you
Oohh! I’m gonna let it go

 

BANGSAT TENGIK November 15, 2009

Diarsipkan di bawah: CURHATAN — grayrose @ 5:46 am

Tepat jam 11.00 pagi. Aku meneleponmu…mungkin jika alasannya tidak penting aku takkan menelpon.

 

Tapi kurasa mungkin memang jalannya harus demikian. Aku memang harus menelpon tepat pada saatnya harus menelpon.

 

Seorang perempuan mengangkat telepon diseberang. Aku terdiam. Dia menanyakan namaku. Aku menjawab namaku ina. Dia menyerahkan telpon sambil membangunkanmu dan menyebutmu dengan kata YANK…aku tak terkejut. Aku tau dia pasanganmu.

 

Aku lebih terkejut mendengar suaramu yang parau dan baru bangun tidur…sedang apa kalian dalam satu kamar!!!sejak semalam???

 

Aku mendengar suaramu, kau hanya menyahut dengan pelanga pelongo sekan-akan tak mengenal suaraku.

 

Aku akhirnya merasa puas sekaligus kecewa denganmu. Kau yang menelpon kemaren dan bilang ”aku belum menyentuhnya sama sekali dek..” aku senang mendengarnya. Kau katai ia “SINGA BETINA” aku langsung memarahimu dan mengatakan apa pantas seorang yang mencintaimu kau katakan dia SINGA!.

 

Dan aku mengajakmu berunding. Kukatakan dan kupaksakan kau untuk menikahi dia. Kujelaskan betapa ia sangat mencintaimu. Dan biarkan aku dengan kehidupanku. jangan lagi mengejarku.

 

Kau bilang, kau masih ingin bersamaku dan memintaku meninggalkan pasanganku. Aku bilang TIDAK   dan masih membujukmu untuk menikahi perempuan itu.

 

Perempuan yang selalu memaksakan ingin kau nikahi. Sementara aku kau beri cincin tunangan sebelum kau bersamanya.

Aku bertanya padamu. Apa kau benar-benar belum menyentuhnya. Kau jawab “ya, dia masih perawan. Aku menjaganya tanpa pernah menyentuhnya.”

 

Kau memang pernah melakukan hubungan intim, tapi dengan mantanmu yang sebelumnya. Aku percaya. Karena kau tidak pernah memperlakukanku buruk. Kau menjagaku bahkan tak pernah meminta yang lebih padaku.

 

Dan hari ini pupus sudah kata-katamu kemaren…kau BANGSAT TENGIK yang berani mengucapkan CINTA padaku. Dan kau menyakiti semua perempuan disekitarmu untuk kepuasanmu. Aku menyesal pernah menjadi calon istrimu! Bawa CINTA TAI KUCING yang pernah kau ucap itu! Nikahi dia! Dan kau perlu tahu aku tak pernah mencintaimu!

 

Aku hanya ingin semua baik-baik saja. Hubungan aku, dia, kau, dia. Aku ingin kita baik-baik saja. Ternyata kau hancurkan semua. Kupikir aku dapat menawarkan sebagai sahabatmu yang dapat berbagi. Tapi kau telah mengkhianatinya. Karena sahabat tak pernah berbohong dan berkhianat. Kau tak lebih dari SEORANG PECUNDANG HEBAT!

 

Getir November 15, 2009

Diarsipkan di bawah: CURHATAN — grayrose @ 5:45 am

Getir, ketika meneriman teleponmu tadi pagi. Aku mengadu…berterus terang tentang keadaanku.

 

Aku sakit kataku. Badanku panas. Aku hanya tahu satu hal berharap mendengar suaramu dan aku tahu kau ada disini.

 

Tapi begitu kau mendengar semalam aku kehujanan, basah kuyup dan berada dijalan hanya untuk membeli 5 CD dan dua bungkus martabak pesanan ibuku. Kau menaikkan suaramu sekitar 2 oktaf. Aku terperanjat. Kau marah kau kesal dan memarahiku.

 

Mengatakan aku demikian bodoh melakukan itu semua.

Kujelaskan bahwa diawal aku berangkat langit begitu cerah, namun ketika dipertengahan jalan, hujan langsng mengepung dan turun tanpa perasaan.

 

Aku juga jelaskan bahwa tadi malam adalah ulang tahun ibuku. Dan hanya itu yang bias kulakukan. Yaitu memenuhi permintaan ibuku.

 

Kau marah. Dan mengatakan “Apa nggak ada orang lain yang harus disuruh! Badanmu belum pulih betul.” Katamu mengingatkan bahwa sebelumnya aku memang sudah drop.

 

Pagi ini, ketika kau menelepon, kau tahu aku sedang mencuci pakaian seluruh keluargaku. Kau makin berang. Kau katakana apa nggak ada yang tau kalo kamu sakit? Aku bilang bahwa mereka nggak tau, lalu kau berteriak “Nggak tau?atau memang nggak mau tau!” aku diam. Dan berusaha menjelaskan “Siapa yang akan melakukan pekerjaan ini?” kau marah da terus tak terima.

 

Taukah kau? Aku sudah tak dapat bertahan dalam kondisi ini sejak lama?dan aku masih bertahan?

 

Pagi ini aku menyiapkan sajian untuk seorang tamu, aku taruh beberapa martabak disana, dan membuatkannya the panas. Adik laki-lakiku bangun tidur sekitar jam 9 pagi. Dan tiba-tiba mengambil martabak dari piring sajianku. Aku memintanya untuk tidak mengambil. Dia membentakku dan mencari sisa martabak, dia menemukannya dikulkas dan menjatuhkan sisanya kelantai tanpa membenarkannya kembali. Aku menangis setelah mengantarkan sajian. Dan merapihkan kotak martabak sisa yang sengaja ia jatuhkan disekitar kulkas tanpa memperbaikinya setelah memakannya. Tahukah kau betapa aku miris dan merasa begitu rendah?

 

Siang ini hujan, kain yang kucuci sudah kujemur. Aku sedang belajar seperti yang kau minta. Kau selalu mengingatkan untukku mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Tapi  adik perempuanku sibuk membaca komik didalam kamar. Aku berlari keluar tanpa penutup kepala mengangkat seluruh pakaian dan meletakkannya ditemat yang tidak terkena hujan.

 

Apa kau tau perasaanku?

 

Aku sakit…aku terluka, sangat…terluka. Tapi apa kau pernah tahu?bahwa aku menikmatinya, aku menikmati setiap kesakitanku, setiap kesabaranku. Karena aku tau aku kuat.

 

Dan tahukah kau?

 

Kini apa yang kurasakan?aku dapat berdiri sendiri, dikakiku sendiri dan aku masih bisa tersenyum disaat aku terluka dan dicampakkan.

 

Dan tahukah kau?

 

Apa yang kuyakini sekarang? Aku yakin suatu saat aku akan lebih bahagia dibandingkan sebelumnya. Karena aku memperoleh kesabaran itu. Kekuatan itu.

 

Aku hanya ingin mendengar suaramu. Cukup.

12 November 2009

 

Serigala Terakhir November 10, 2009

Diarsipkan di bawah: latest movie information — grayrose @ 8:11 am

with nelly…

wah … extraordinary day…gileee pusing pegel but keren abis…seharian bersama nelly ke slipi, kebun jeruk, palmerah, slipi lagi, terus uki, MM bekasi, terus giant bekasi aduhhh 16 jam with nelly…

 

 

Kita Nonton Serigala terakhir yang menurut gue sebanding dengan harga karcis yang Rp15.000 dan gue puas kok nontonnya..keren banget tuh akting si vino dan lain2…simple but touching abisss

 

mulai dari persahabatan yang terkhianati, cinta, bisinis, penghinaan, dan segala bentukhuman emotions hampir 70% ada…

 

cuma agak kurang greget ajah sih dikit untuk merasakan feel filmnya yang notabenenya keras dan seharusnya mengharukan…tapi harunya agak kurang dapet sihh but so farr keren deh acungan jempol yang banyak buat UPI dalam tulisan dan directnya mantafffff betulll… semoga terus berjaya film indonesia…

 

 

next time gak sabar nih buat nunggu New Moon..

 

heheh, btw, pas nonton ngeliat papan baliho film tuh rata2 film indonesia sekarang kok erani2 yahhh apagi untuk cooming soon yang ada genre Waterfall..bla bla…waduhh kok semua pemainnya pede yakkk pake bikini bottom kayak gitu aduhhh yang cowok1 pemain apa gak pada nahan napas yakkk

 

aduhh apalagi ngeliat dada yang sengaja ditonjolin banget yahhhkk???

 

Nostalgilaaaa November 8, 2009

Diarsipkan di bawah: CURHATAN — grayrose @ 6:31 am

Lucu, hari ini aku ngedengerin “If I were a boy”. Disaat usaha yang aku harus lakukan, malah gagal ditengah jalan. Dan orang yang aku harapkan gak bisa dihubungin.

Teringat masa lalu, dan bernostalgila…

Gila memang akhirnya harus teringat betapa kuatnya aku sebagai perempuan sampai berada di titik ini (baca : wonder woman). Samapai-sampai aku takk percaya bahawa ternyata aku mapu melewatinya.

Jika kalian membaca, aku mau kalian gak sama sekali berfikir bahwa aku ingin menyalahkan siapa-siapa. Tapi aku rasa aku ingin mengeluarkannya hingga tak bersisa.

Ada satu cerita yang aku belum bagi langsung kekalian dan aku tak percaya dapat melakukannya.

Anggaplah cerita ini adalah kisah salah seorang temanku yang aku ceritakan ulang.

 

Hari itu aku datang kekampus. Pagi sekali, dengan satu tujuan keras…aku ingin mengerjakan skripsi, karena dateline udah tinggal 2 minggu lagi, untuk sidang.

Aku masuk keruang Lab untuk sekedar melihat apakah dia ada disana (hanya itu) dan berniat berlanjut keperpustakaan.

 

Tapi begitu aku berjalan keperpustakaan, dia memanggil kencang tapi aku menghiraukannya. Berjalan lebih cepat kearah perpus dan menghidupkan laptop bahkan aku sempat OL.

 

Kudiamkan suara keras yang memanggil2 diluar sana, dan aku membuka bab3 ku. Tapi akhirnya dia membuka pintu perpustakaan bersama salah seorang temanku(abang). Menghampiriku dan bilang.

 

“Tolong bantu ngoreksi daftar pustaka, daftar isi, abstrak, sampul sampai semuanya va…cos mau ngerjain programnya nih masih ada yang eror.”

Aku berkerut. Kerutan itu tampak oleh temanku satunya. Dia diam dan melemparkan senyum.

 

“Tapi va juga mau ngerjain skripsi.” Bantahku setengah teriak.

 

“Yaelah dikit doank…nih masalahnya harus dikumpul hari ini.”

 

“Yaudah sini flasdisk sama hardcopynya.”

 

Dia memberikannya dan berlalu pergi. Tapi temenku itu tetap diam ditemat sambil menatapku tersenyum.

 

“Sabar ya babu…!” sindirnya. Aku diam sambil menahan tangis.

 

Akhrnya kuputuskan memasang status YMku menjadi “Fuck of all about you!”

 

Tiba2 dia ol, dan menanyakan mengapa statusku seperti itu. Aku katakan bahwa aku lupa menggantnya semalam.

 

Pendek cerita, akhirnya dia telah mendaftarkan dirinya untuk ikut sidang. Aku turut senang. Lalu berfikir apa kado yang pantas kuberikan padanya.

 

Akhirnya kubuatlah sesuatu, kuputuskan membuat buku dokumentasi untuknya(ide 3 bulan sebelumnya). Tak lupa menambahkan Dia dimata teman2…jadi aku membuat jadwal pembuatan kado ini. Pertama : aku harus mencetak foto, mengumpulkan sebanyak2nya dokumentasi mengenainya selama berada dikampus, pendapat teman2 tentang dia, semuanya berjalan sekitar 3 bulan hingga benar2 sempurna. Aku pun memilih kertas yang baik untuk membuatnya lebih baik dan maksimal.

 

Setiap hari aku harus mencari tempat cuci foto yang murah, tapi akhirnya mendapat yang gila2an sampai2 aku pernah pulang dengan berjalan kaki, atau gak makan siang sama sekali.

 

Lalu mengejar2 teman2 yang hampir semua malas untuk membuat komentar.

 

Dan aku juga harus mendapatkan kecuekannya padaku. Aiihh sedihhh…disaat kita harus berkorban demia seseorang dan tiba2 kita tahu bahwa dia berkorban demi orang lain.

 

Akhirnya skripsiku batal. Tertunda dan gagal. Tapi dia berhasil sidang.

 

Pagi sekali lagu Sheila on 7 “mudah saja” dan peluk “dewi lestari” berdengung dikuping setelah dia menelpon untuk menyuruhku segera tiba dikampus dan merapikan rambutnya yang gondrong agar terlihat rapih.

 

Langkah kakiku berat sekali. Rasa sedih dan pilu rasanya gak bias berganti dengan perasaan lain.

 

Pendek kata aku menyaksikan sidangnya tanpa memandang kearahnya. Aku tak sanggup menahan airmata yang akan jatuh. Jika aku mengingat semuanya terutama skripsiku yang akhirnya tertunda dan gagal.

 

Selesai sidang dia mengantarku pulang. Aku gembira, karena aku tak pernah menghabiskan waktu lebih banyak selama 6 bulan terakhir ini. Bahkan untuk menemuinya saja sangat sulit.

 

Seperti biasa ketika kami menaiki transjakarta, aku memilih untuk duduk ditangga samping pak supir setelah melihat pesta kembang api di ancol. Awalnya dia gak mau, tapi aku memaksanya. Setengah perjalanan aku perutku terasa mual. Ternyata perasaan sakit itu membuat ingin muntah.

 

Dia tertidur, aku melihat kearahnya memandangnya lekat2…seperti biasa dia tertidur. Betapa damai melihatnya demikian. Rasa2nya tak ada yang lebih bahagia selain melihatnya begitu. Aku menyayanginya…setulus-tulusnya…tak pernah seperti itu selama ini.  Aku menahan tangis itu kembali dan membangunkannya.

 

Dia katakan dia begitu lelah. Tapi aku bersikeras…dan mengatakan bahwa ada sesuatu untuknya.  Dia terbangun dengan senyum lalu kuserahkan buku berpita biru itu. Dia terperangah dan tersenyum sambil membuka2 isi halamannya. Aku bahagia sambil menahan tangis itu.

 

Dia sangat menyukainya katanya. Aku senang mendengarnya. Bahkan dia sadar betapa butuh waktu yang lama dalam membuat konsep buku ini.

Malam itu kami tiba dikampung melayu. Aku akan transit..tapi aku masih ingin melihatnya (untuk terakhir kali sebelum melepasnya). Aku ikuti dia hingga Salemba. Dan kembali lagi ke kampung melayu.

 

Dan akhirnya kutumpahkan semuanya.

 

Beberapa minggu kemudian aku mengajaknya ketempat makan favorit kami. Setelah mengantarnya ke kemayoran untuk bertemu dengan kawannya. Tiba2 gelang pemberiannya menghilang dari tanganku. Aku sedih sekali mengingat betapa aku menghargai pemberiannya.

 

Setelah pulang dari t4 makan itu…akhirnya aku katakan ingin melepaskannya…dia kaget mendengarnya tapi aku tahu bahwa dia takkan menarik tanganku untuk tidak pergi walaupun kutahu suatu saat akan begitu.

 

Tak ada tangis disana, aku hanya ingin mewujudkan pelengkapan “Lubang dihati” yang selalu ia nyanyikan setiap hari. Dan jika itu yang terbaik untuknya aku sudah mengantarnya.

 

Dua hari kemudian…betapa tangis itu memuncak, aklu telah lancing membaca outbox handphonenya dan tertulis disana “Mungkin waktu itu aku gugup dan gak ngejawab kenapa aku samapai sekarang belum juga pulang ke orang tuaku, tapi aku Cuma ingin ada disampingmu, disisimu dan menyaksikan perjuanganmu pada saat waktu penentuan itu(sidang skripsi).” Dan outbox itu bukan untukku. Aku terpukul perih dan menangis tak tertahan hingga akhirnya memutuskan untuk benar2 pergi dari hidupnya. Selama dua minggu sama sekali tak ada makanan yang masuk keperutku seperti biasa. Aku sakit keras dan hampir masuk rumah sakit.

 

Betapa perihnya kalimat itu walaupun katanya tidak terkirim. Dan aku sadar bahwa ternyata aku sama sekali tak berharga dan hanya harus ada ketika dia butuh dan aku tak boleh membutuhkannya.

 

Aku menangis sesakit-sakitnya. Hingga memutuskan memulai hidup baru dan mencari penggantinya. Dan ternyata perasaan itu tak pernah berakhir. Hingga kini. Aku sayang kamu.

 

Kudengarkan kembali November 6, 2009

Diarsipkan di bawah: CURHATAN — grayrose @ 4:59 pm

Saat sunyi bengini saat dimana hanya ada hati, malam dan detak jarum jam.

 

Indah sekali rasanya ketika menyadari banyak hal yang telah terjadi.

 

Aku ingin kembali, kembali dan kembali

 

saat itu aku tau betapa lemahnya keadaanku saat ini dibandingkan saat aku belum bertemu dengannya

 

Dan aku kerap menangisi hal-hal yang aku benci untuk ditangisi dahulu.

 

Kubuang banyak hal yang aku takut menyakitkan hatiku…foto, bahkan benda2 yang menggantung dibagian tubuhku (pemberiannya_)pun kuhancurkan.

Bahkan aku benci mendengar suaranya. Tawanya bahkanaku jijik mendengar dia bicara.

 

Lagu yang sering kudengar dan kunyanyikan dulu, pernah kuasa bukan milikku, karena lagu itu tersimpan bukan dengan namaku.

 

dan sejak saat itu, aku putuskan untk tak mendengarkannya lagi supaya hati ini tak sakit.

 

Tapi aku salah…lagu itu tetep punyaku akulah pemilik jiwa lagu itu, dan tak peduli posisi mana yang tak mengenakkan buatku atau dia

tapi ini laguku! aku mendengarnya kembali…

 

Seminggu yang melelahkan November 1, 2009

Diarsipkan di bawah: CURHATAN — grayrose @ 11:18 am

Seminggu yang melelahkan…

Ternyata ungkapan “Nyari kerja jaman sekarang, susah” benar2 udah dapet stempel yang disyahkan oleh mentri Pengangguran Umum. Hehehe

Masalahnya bener bahwa SKILL dan LUCKY bener2 harus balance abisss…permasalahannya juga apa kita niat dan terus men-suggest diri bahawa suatu saat kita akan dapat kerja, tapi jangan lupa usaha yahhh..

Dah lama gak curhat, jadi pengen share tentang apa yang gue alami 2 minggu belakangan ini.

Berikut, adalah kata2 yang akan sering kalian baca(jadi kalo diantara kalian ada yang parno ma kata tersebut mendingan gak usah baca ampe bawah..repot kan kalu lu semua pingasan didepan Lepi or PC…aduh aduhhh

Kata2nye :

  1. Psikotest
  2. Test pengetahuan Umum(bahasa Inggris)
  3. Interview
  4. Test Praktek
  5. Dan tentu saja Pak HRD dan Miss Recepsionist

Udah mulai males yah bacanya hahahah :D

Kita mulai dari seluruh paket “Kilat Khusus” yang bejibun yang gak nanggung2 tuh biayanya sekali ngirim. Akhirnya membuahkan hasil. Beberapa perusahaan melirik gue yang bertampang manis, Cool, serta hehehe ganteng.

Pertama kali interview adalah diBekasi, PT. AIA Financial sebagai Finance Consultant. (gak Lolos, karena begitu dia nanya(pas Interview), kalo seandainya kamu gak dapat kerja kau mau ngapain?gue bilang, ngelanjutin S2…hahaha :D )

Yang kedua, Bank Century yang berganti nama jadi Bank Mutiara daerah Kuningan (Belum ada kabar). Lowongannya sebagai IT, Teller dan CS…pertama test adalah Test pengetahuan Ekonomi yang semua berbahasa Inggris. Test matematik (Irisan da Union), Test Grammar dan Tenses. Berakhir dengan Interview oleh mas HRD Aih aih….

Terus akhirnya tiba2 harus ke Kebayoran Lama, ada perusahaan Outsourcing yang manggil. (Belum ada kabar setelah Interview singkat dengan bu HRD).

Setelah itu jadwal interview memadat. Hampir setiap hari dipanggil buat test. Kayaknya sebelum kerja gue dah harus ngegaji manager prbadi nih buat ngatur jadwal wkwkwkw :D

Mulai dari Senin, 26 Oktober 2009. Ada dua perusahaan yang manggil. Pertama jam 10.00 Test tertulis untuk IT Development di PlasMedia (Pancoran). Yang kedua jam 13.00 harus ke PT.Exa Mitra Solusi untuk Psikotest sebagai Front Liners. Untuk Plasmedia belum ada kabar berita sedang Exa, gak lolos.

Selasa, 27 Oktober 2009 harus ke Plasmedia lagi karena lulus test tertulis. Jam 10.00. Nah interview lah dengan Users…aih aihhh yang lain diinterview ½ jam gue ampe 1 jam…dan dua orang usersnya ketawa ngikik ngeliat gue…katanya gue lucu…aduhh gak jelas wwkwkwkw :D

Rabu, 28 Oktober 2009 harus ke BNI Life Insurance diKebayoran lama lowongan sebagai Financial Consultant. (Keterima). Tapi gue gak dapat ijin dari orang terdekat.

Kamis, 29 Oktober 2009 harus ke Wisma 77 Slipi jam 11.00 untuk lowongan C# Proggramer di PT.Street Directory Indonesia. Dan testnya hamper 80% gak gue isi. Susah bo’ mana mesti pake bahasa Inggris.

Kedepannya ada jadwal again again…

Pertama hari Selasa 3 November 2009 diKuningan di PT. Financial Multi Finance jam 8.00 ada jadwal psikotest sebagai proggramer.

Kedua hari Senin 9 November 2009 di Slipi untuk jabatan Data Analyst.

 

Teman…jika kalian menghadapi hal2 yang sama dengan gue. Jangan gampang putus asa yahhh…soalnya kita bisa dipanggil ajah dah Alhamdulillah disbanding CV kita dimasukkin ditong sampah ya kan?

Udah gitu, jangan menjudge diri..bahwa kita gak bisa, gak punya Skill gak beruntung. Semua orang kan dah diatur rejekinya. Dah gitu yang mesti kita lihat adalah. Sepertinya TUHAN memang menyuruh kita bersusah2 dulu ngadapin interview dan test2 lainnya. Supaya kita jadi pede dan mulai belajar untuk minimal menguasai medan dulu.

Ambil positifnya ajah..dah gitu jangan lupa berdoa, dan ikhtiar. Oya kalo abis ikutan test, jangan lupa semua pertanyaan yang HRD or test tertulis ajuin, coba deh dicari2 jawabannya di Google or temen2 yang lain.

Jadi kalo suatu saat pertanyaan itu muncul lagi, kita dah tau jawabannya…okeyyy selamat berjuang!

 

SEMANGAT!

 

Betadine & rivanol November 1, 2009

Diarsipkan di bawah: Is It a Poetry? — grayrose @ 11:18 am

Rivanol & Betadine(24Okt2009)

 

Seperti kembali ke masa lalu

Kau datang dan aku sedang sakit

Kau tawarkan Rivanol & Betadine

Dan kau kapasi lukaku

 

Airmata meleleh

Kau tawarkan pundakmu

Aku tak bergeming

Tetap menahan pilu

 

Kau bertanya

Apa boleh menyembuhkanmu?”

Ya”

Apa boleh mencintaimu?”

Ya”

Apa boleh berharap kau mencintaiku?”

Aku berdiam.

 

Kau tau arti diam itu dan berkata

Kau bisa terluka karena dia,

Mengapa tak mengizinkan aku terluka karenamu?”

Aku menjawab

Karena aku tau, luka itu memupuk rasa yang berlebih”

Lalu dengan tegas

Biarkan aku makin gila karena ini,

Bukan kamu. Karena aku ingin kamu tersenyum”

Aku terdiam lagi.

Dan memutuskan untuk pergi.

 

Tapi kau berkata

Aku telah mengantarmu kesana.padanya.

Dan aku turut bahagia.”

Dan aku tau itulah jawaban yang kubutuhkan.

 

Lalu sekarang, kau datang

Dan berkata “Kamu sakit?”

Aku tak menjawab,

Tapi kau terus menyimpulkan

Dan menawarkan rivanol dan betadine

Bahkan pundakmu

 

Lebih dari itu, kau ingin aku kembali

 

TIDAK” jawabku tegas

Kau menggeleng dan coba ber-negosiasi

Tolong katakana ‘BELUM’”

Kulempar rivanol dan betadine itu

Lalu kukatakan

Kau telah mengantarku sampai disini. Padanya.

Dan kuharap kau turut bahagia.”

Kau diam. Menunduk

Tapi aku tau kau masih berjuang.

 

MAAF